oleh

8 Mahasiswa Kehutanan Magang di TNAL Resort Tayawi, Salah Satu Tempat Wisata Malut

LENTERA MALUT – Sebanyak 8 mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian, Universitas Khairun (Unkhair)Ternate memilih melakukan magang di Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) Resort Tayawi, di Desa Koli, Tidore Kepulauan.

Resort Tayawi ini dipilih sebagai tempat untuk penelitian dan laporan magang oleh delapan mahasiswa ini. Mereka didampingi oleh 2 orang petugas penjaga Resort, Sukardi dan Farid, juga seorang mahasiswa kehutanan angkatan 2014, Zulrahman yang datang ke resort untuk belajar mendalami objek wisata TNAL di Resort Tayawi.

Setelah tiba di Resort Tayawi pada Rabu, 13 Februari 2019 pagi tadi, mahasiswa langsung mengerjakan saluran air minum dan mandi di sekitar resort yang sempat tersumbat. Usai itu mereka duduk berembuk sembari diskusi terkait rencana kegiatan pemagangan selama sebulan itu.

Dalam kesempatan itu, Petugas Resort, Sukardi menjelaskan terkait proses penyusunan agenda selama magang. Ia menguraikan apa yang semestinya dikerjakan selama sebulan, baik teknis survei lapangan, pengumpulan data dan indetifikasi masalah hingga penyusunan laporan.

“Jadi kami berharap, kalian disini bisa kompak, jangan malu-malu untuk bertanya,” tutur Sukardi yang telah bekerja sebagai petugas diresort selama 5 tahun itu.

Di Resort Tayawi juga, tambahnya, ada empat spot/item yang menjadi objek untuk bisa dijadikan judul penelitian atau laporan magang. Objek itu diantaranya adalah, ada masyarakat suku Tobelo Dalam, Air Terjun, Burung Bidadari dan yang terakhir Panorama alam yang tiap senja selalu memanjakan mata.

Disini [Resort Tayawi-red], sebutnya, sering dikunjungi oleh turis dari Jerman, Polandia, Inggris dan turis dari negara-negera lain. Ada juga mahasiswa dari berbagai macam daerah yang melakukan penelitian.

Sementara, Farid, karib akrab Sukardi selama di Resort juga menambahkan agar kelompok magang mahasiswa kehutanan kali ini tidak seperti yang sebelum-sebelumnya. Ia berharap kali ini yang terbaik.

Ia juga berharap agar mahasiswa magang bisa sempatkan waktu untuk mengajarkan anak-anak masyarakat suku Tobelo dalam membaca dan menggambar. “Itu juga [mengajarkan membaca] harapan besar kami disini,”tururnya.

Lokasi Resort Tayawi

Lokasi resort dari Desa Koli pun tidak terlalu jauh bila menggunakan kendaraan roda dua dan empat (motor dan mobil). Hanya sekitar 9 kilo meter dari kampung untuk bisa sampai di tempat itu.

TNAL ini berada di tiga kabupaten di Maluku Utara, yakni Halmahera Tengah, Halmahera Timur dan Kota Tidore Kepulauan dengan luas 163. 300 hektar. TNAL ini memiliki banyak sekali objek wisata dengan ribuan populasi dan spesies.

Seperti dikatakan Farid, di Resort juga terdapat “Rumah Baca Rimba” yang disediakan pihak Taman Nasional untuk mengajarkan Masyarakat Suku Tobelo Dalam.

Rumah Baca Rimba di Resort Tayawi TNAL (Gambar lentera/ajun)

Rumah baca itu pun berdekatan dengan pemukiman masyarakat suku tobelo dalam, jika dipanggil untuk bejalar, anak-anak dari masyarakat itu sangat semangat belajar dan menekuninya.

Zulrahman, seorang mahasiswa yang telah magang tahun 2017 lalu ditempat itu juga pernah mengajarkan mereka membaca. Katanya, ada sekitar 7 orang anak yang sering mengikuti pelajaran. “Intinya mereka semangat,”tuturnya.

Red: Ajun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News