oleh

Ketua KPU Kota Ternate Menyampaikan Jadwal dan Larangan Kampanye Pemilu 2019

LENTERA.CO.ID – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ternate, Ismad Sahupala mengatakan jadwal kampanye tahun 2019 sesuai dengan metode kampanye yang diisyaratkan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 23, 28, 32 dan 33 tahun 2018 saat ini tengah berjalan.

Berdasarkan diagram Jadwal Kampanye Pemilu tahun 2019 yang diterbitkan oleh KPU, terlihat bahwa tujuh dari sepuluh metode kampanye pelaksanaannya sudah berjalan sejak 23 September 2018 dan akan berakhir pada 13 April 2019 mendatang, sebelum masa minggu tenang yang akan berjalan pada 14 April 2019.

Jadwal Kampanye Pemilu 2019

Metode kampanye yang tengah berjalan itu adalah, kegiatan yang tidak melanggar peraturan, pertemuan tatap muka, pertemuan terbatas, penyebaran bahan kampanye, pemasangan alat peraga kampanye, media sosial dan debat capres dan cawapres yang akan diselenggarakan selama lima kali dalam periodesasi 23 September 2018 sampai dengab 13 April 2019.

“Kecuali iklan media cetak elektronik dan rapat umum, kejadiannya dimulai pada 24 Maret 2019 sampai dengan 13 April 2019,” kata Ismad saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 4 Februari 2019.

Sedangkan terkait konten kampanye yang melanggar ketentuan, Ismad menjelaskan bahwa yang tidak bisa dilakukan dalam kampanye tahun 2019 ini, sebagaimana yang di isyaratkan dalam PKPU nomor 23 tahun 2018 Tentang Kampanye Pemilihan Umum.

“Bisa akses di Peraturan KPU nomor 32 perubahan ke tiga,” jelasnya.

Berdasarkan isyarat PKPU itu, setidaknya ada lima hal yang tidak bisa dilakukan selama masa kampanye, yakni;

Pertama, petugas dan peserta rapat umum dilarang membawa atau menggunakan tanda gambar, simbol, panji, pataka, dan/atau bendera yang bukan tanda gambar atau atribut dari peserta pemilu yang bersangkutan,

Kedua, larangan kampanye di tempat ibadah,

Ketiga, pembatasan pemberian hadiah,

Keempat, dilarang memberi uang, dan

Kelima, larangan mengadu domba dan menghasut.

Selain itu Ketua KPU Ternate ini juga menegaskan bahwa peserta kampanye dilarang melakukan kegiatan yang membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, menghina pribadi orang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan/atau Peserta Pemilu yang lain.

“Sementara terkait dengan jadwal kampanye dengan cara iklan media massa dan rapat umum, teknisnya akan dilaksanakan dalam rapat koordinasi pekan ini yang melibatkan partai peserta pemilu, tim sukses capres-cawapres, Bawaslu, pemerintah Daerah dan pihak Kepolisian,” katanya.

Rep: Acul

Download Download Download Download Download Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *