oleh

Polres Halteng Bakal Tuntaskan Sejumlah Kasus Ini

HALTENG, LENTERA.CO.ID – Polres Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara berkomitmen untuk menyelesaikan sejumlah kasus di 2019 ini. Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Halteng, Iptu A. Effan Sulaiman SIK, Selasa 29 Januari 2019.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga tingkat kepercayaan masyarakat Halteng terhadap pihak Kepolisian dalam menangani perkara (Kasus).

Kasus pertama yang selangkah lagi selesai adalah dugaan tindak pidana korupsi oleh mantan Kades Palo, Bunyamin Hi. Kamari alias Memet yang diduga menggelapkan DD tahun 2016 tahap 1 sebesar Rp.400 juta.
“Kasus mantan Kades Palo (Benyamin) saat ini kami tinggal menunggu hasil audit dari Inspektorat. Kemudian kasus SKCK bulan depan kami ke Makassar untuk melihat hasil laporan Forensiknya. Dugaan besar SKCK ini palsu,” jelas Effan.

Kemudian kasus dugaan pemalsuan dokumen Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), oleh salah satu Caleg PDIP Dapil 1 Halteng nomor urut 9 kepada sejumlah masyarakat untuk melamar di salah satu perusahaan tambang.

Kasus berikutnya adalah dugaan tindak pidana korupsi atas pembangunan MCK di Weda Selatan. Meski tak disebut Desanya, namun Polisi memastikan kasus tersebut tuntas ditahun kali ini.

Selanjutnya kata Effan, juga kasus persetubuhan anak dibawah umur di Desa Yeisowo Kecamatan Patani yang diduga dilakukan oleh Sekdes Yeisowo, AJ, UA dan RL kepada seorang siswa SMP, Bunga (Samaran). AJ merupakan ayah dari UA.

“Kasus pengadaan MCK dan persetubuhan anak dibawah umur di Patani dalam tahap penyelidikan. Semua PR 2018 tersebut akan kami selesaikan di 2019 ini,” titip Effan.

Tak hanya itu, Polres Halteng juga memberi “Warning” kepada para penyelundup narkoba dan satwa yang dilindungi undang-undang (UU).

“Target kami yang paling utama adalah penyeludupan Narkoba, sementara kami masih mencari tahu. Kemudian penyeludupan hewan (Satwa) yang dilindungi UU,” ungkapnya.

Untuk diketahu satwa yang dilindungi UU adalah Penyu, Burung Kaka Tua Hitam, Putih, Biru. Burung Luri, Lobster dan Kepiting Kenari.

Rep: Fandi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News