oleh

Kasus Pemberhentian Kades Batu Dua, Pemkab Halteng Didemo

HALTENG, LENTERA.CO.ID – Puluhan pelajar yang tergabung dalam Generasi Muda Himpunan Pelajar Mahasiswa Tepeleo (GEMA-HPMT) Maluku Utara (Malut) menilai kebijakan Bupati Halmahera Tengah (Halteng), Drs Edi Langkara atas pemberhentian sementara Kepala Desa Batu Dua, Abdullah tabrak aturan.

Hal ini disampaikan Kordinator Lapangan (Korlap) GEMA-HPMT Malut, Fauji Yusup saat menggelar orasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halteng, Senin 21 Januari 2019.

Masa aksi menilai, putusan Bupati Halteng nomor 141/KEP/517/2018 tentang pemberhentian sementara Kades Batu Dua bertentangan dengan Undang-Undang nomor 06 tahun 2014 tentang Desa.

Katanya lagi, pengajuan surat Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tepeleo Batu Dua tanggal 3 Desember 2018, nomor 06/BPD/Xll/2018 atas permohonan penonaktifan Kades Batu Dua dengan tuduhan telah meninggalkan tugas selama tiga puluh itu, hari salah.

“Bupati segera membatalkan SK pemberhentian Kades Batu Dua (Abdullah). Kades Batu Dua bukan meninggalkan tugas, akan tetapi dia sedang sakit karena mengalami kecelakaan, Keputusan Bupati Halteng pasal 29 dan 30 ayat 2 bertentangan dengan UU nomor 06 tahun 2014 tentang Desa,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Komisi Satu DPRD Halteng, Gazali mengatakan, dalam waktu dekat dirinya akan segera berkoordinasi dengan Pemda untuk menyelesaikan persoalannya tersebut.

“Saya berjanji akan segera menyelesaikan aspirasi ini. Kami juga akan segera laporkan persoalan ini kepada pimpinan (Ketua DPRD) untuk berkoordinasi dengan Pemerintah daerah dalam hal ini BPMD, agar maslahah ini dapat terselesaikan dengan baik,” ungkap Gazali.

Rep/Fandi

Download Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News