Golput dan Pilpres

BERITA TERKAIT

Pimpin Apel Pergeseran Personel PAM Pilkada, Kapolda Tekankan Komitmen Netralitas Polri

LENTERA MALUT -- Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara Irjen Pol. Risyapudin Nursin, S.I.K, pagi tadi memimpin langsung Apel Pergeseran...

Wujudkan Kampung Tangguh, Kapolda Malut Pimpin Panen Raya du Kelurahan Sasa

LENTERA MALUT -- Guna mendukung program Pemerintah khususnya ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19, Polda Maluku Utara dan jajaran...

Nuryadin: Sesama Anggota DPRD Jangan Saling Mengomentari, Saya tidak Butuh Klarikasi Anda

LENTERA MALUT – Kembali menanggapi polemik APBD 2021, anggota DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, Nuryadin Ahmad menjelaskan, bahwa Permendagri 90...

Oleh: Trisno Mais, S.AP, Aktivis dan Alumnus Fispol Unsrat asal Desa Buo (Loloda) Malut

- Advertisement -

WACANA munculnya kelompok Golongan Putih (Golput) pada pilpres semakin menguat. Namun, akar persoalannya tidak serta merta adalah kesalahan dari penyelenggara pemilu. Problem ini cukup kompleks. Dan, banyak indikator sebabnya masyarakat memilih golput.

Pemilu itu disajikan untuk mengetahui keinginan dan kehendak masyarakat tentang apa dan siapa dalam ukuran dan logika rakyat yang layak untuk memimpin, memberikan perubahan ataukah perbaikan terhadap nasib rakyat. Pemilu bisa dikatakan berhasil ketika hajatan tersebut mampu meningkatkan partisipasi pemilu, dengan kata lain bahwa pemilu itu sukses manakala tingkat Golput mampu ditekan oleh penyelenggara pemilu. Ketika meruntut logika di atas, maka partai politik (Parpol) lah yang paling bertanggung jawab.

Dari aspek historis, terminologi gerakan moral ini kemudian dikenal dengan golongan putih (golput) yang dicetuskan pada 3 Juni 1971, sebulan menjelang pemilu. Pada awalnya golput merupakan gerakan untuk melahirkan tradisi di mana ada jaminan perbedaan pendapat dengan penguasa dalam situasi apapun.

Gerakan itu lahir didorong oleh kenyataan bahwa dengan atau tanpa pemilu, sistem politik waktu itu tetaplah bertopang kepada Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Lebih-lebih dengan berbagai cara, penguasa melindungi dan mendorong kemenangan Golongan Karya (Golkar), sehingga meminggirkan partai politik lain yang berjumlah 10 kontestan untuk dapat bertanding merebut suara secara fair.

Jadi, dalam konteks ini, cikal bakal golput merupakan gerakan moral yang ditujukan sebagai “mosi tidak percaya” kepada struktur politik yang coba dibangun oleh penguasa waktu itu. Gerakan moral ini memberikan kesan pada publik bahwa putih disebandingkan dengan lawannya, yakni hitam, kotor.

Pada perkembangan berikutnya, golput dimaknai sebagai protes dalam bentuk ketidakhadiran masyarakat ke tempat pemungutan suara atau keengganan menggunakan hak suaranya secara baik, atau dengan sengaja menusuk tepat dibagian putih kertas suara dengan maksud agar surat suara menjadi tidak sah, dan dengan tujuan agar kertas suara tidak disalah gunakan oleh pihak tertentu untuk kepentingan tertentu pula.

Di sisi lain, golput juga dimaknai sebagai prilaku apatisme (jenuh) dengan tema-tema pemilihan. Kejenuhan tersebut disebabkan oleh suatu kondisi psikologis masyarakat yang hampir tiap tahun mengalami pemilu, pilgub, pilkada dan bahkan pilkades. Disisi lain, penyelenggaraan pemilu yang berulang-ulang tak juga memberikan banyak hal terkait perbaikan nasib bagi masyarakat. Pada titik tertentu rasa jenuh tersebut sampai pada rasa tak peduli apakah dirinya masuk dalam daftar pemilih tetap atau tidak sama sekali.

Kondisi masa lalu ini berpotensi terjadi pada pilpres 2019 kali ini, satu dari sekian banyak alasan karena partai politik (Parpol) dinilai gagal melayani kemauan publik. HICON Law & Policy Strategic, misalnya baru – baru ini memaparkan hasil kajiannya terkait potensi suara golput (golongan putih) di pilpres 2019. Mereka memprediksi bahwa tingkat golput pada pilpres mendatang meningkat karena tawaran dan model kampanye.

Sebab lainnya bagi bagi saya, tawaran publik direduksi oleh jejaring kelompok oligarki, yakni pada pilpres 2019 hanya dua capres yang berhasil ditawarkan oleh partai peserta pemilu. Sepertinya tak bisa dipungkiri bahwa wacana kemunculan kelompok golput cukup berpotensi terjadi. Apalagi usai debat capres.

Pimpin Apel Pergeseran Personel PAM Pilkada, Kapolda Tekankan Komitmen Netralitas Polri

LENTERA MALUT -- Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara Irjen Pol. Risyapudin Nursin, S.I.K, pagi tadi memimpin langsung Apel Pergeseran Pasukan Personel yang akan melaksanakan...

Wujudkan Kampung Tangguh, Kapolda Malut Pimpin Panen Raya du Kelurahan Sasa

LENTERA MALUT -- Guna mendukung program Pemerintah khususnya ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19, Polda Maluku Utara dan jajaran melaksanakan Program Kampung Tangguh ketahanan...

Nuryadin: Sesama Anggota DPRD Jangan Saling Mengomentari, Saya tidak Butuh Klarikasi Anda

LENTERA MALUT – Kembali menanggapi polemik APBD 2021, anggota DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, Nuryadin Ahmad menjelaskan, bahwa Permendagri 90 tentang Kedefikasi maupun Permendagri 70...

Polemik APBD 2021, JPKP: Tunjukan DPR Bukan Wakil Pemerintah

LENTERA MALUT – Polemik anggota DPRD soal pengesahan APBD 2021 yang dinilai lambat itu, mendapat tanggapan dari Humas Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), Rosihan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Pjs. Bupati Taliabu ajak Warga ‘Sadar’ Protokol Kesehatan

LENTERA MALUT - Taman Kota Bobong kini menjadi sarana kampanye masker atau protokol kesehatan oleh Tim Satgas Pencegahan dan Penaganan Covid-19 di wilayah setempat. Ini...

Tak Indahkan Protokol Covid-19, Pjs Bupati : Taman Bobong Bakal Ditutup

LENTERA MALUT - Tidak taat protokol kesehatan, Penjabat sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Pulau Taliabu Drs. Maddaremmeng mempertegas bakal menutup taman Kota Bobong. "Langkah untuk menutup...

139 CPNSD Pulau Taliabu, Selamat Bergabung

LENTERA MALUT - Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu yang bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional XI Manado telah mengumumkan kelulusan 139 peserta yang...

Pjs Bupati Drs Maddaremmeng Lakukan Kunjungan Perdana ke DPRD Taliabu

LENTERA MALUT -- Pjs Bupati, Drs. Maddaremmeng berkunjungan ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Taliabu (Pultab) pafa Senin, 26 Oktober 2020. Melalui Kepala...

Pjs Bupati Pultab Tinjau Langsung Kendala Sampah di TPA

LENTERA MALUT - Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Pulau Taliabu (Pultab) Drs. Maddaremmeng, M.Si meninjau secara langsung tempat pembuangan sampah akhir (TPA) yang terletak di...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...
- Advertisement -
- Advertisement -