oleh

Diduga Kades Ini Tilep Dana Pembangunan

HALSEL, LENTERA.CO.ID – Desa menjadi ladang subur, bisnis elit desa untuk kepentingan pribadi lantaran gelontoran dana yang fantastis mengalir didesa. Tak tanggung-tanggung, elit desa pun meraup tanpa memikirkan efeknya.

Misalnya, seorang Kades di Desa Tanjung Jere, Kecamatan Gane Timur (Gatim), Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut), berinisial HL, diduga menggelapkan sebagian besar sisa anggaran Desa untuk proyek Pekerjaan Pembangunan Rabat Beton tahun anggaran 2017 lalu.

Dugaan tersebut terungkap, sewaktu reporter media ini menelusuri jejak simpang-siur yang selama ini jadi polemik diantara masyarakat Desa Tanjung Jere.

Dugaan tersebut akibat kesewenang-wenangan kepala desa dalam mengurusi pemerintahan tanpa memberdayakan masyarakatnya sebagai pengontrol kebijakan desa, sehingga praktek-praktek yang tidak diinginkan, berupa korupsi, penggelapan dana, dan sebagainya menjadi penyakit yang tak tersembuhkan.

Alokasi anggaran pembangunan jalan rabat beton itu, berdasarakan Rencana Anggaran Biaya (RAB) 2017, sebesar Rp. 322.794.000, dengan volume 400 Meter. Proyek ini terindikasi menyimpang dari RAB dan gelontoran dana sebagian besarnya digelapkan.

Pembangunan jalan rabat beton, Desa Tanjung Jere Kabupaten Halmahera Selatan

Selain tidak sesuai dengan RAB, proyek tersebut pun tidak pernah di perlihatkan RAB-nya dan papan proyek selama berlansungnya kegiatan pelaksaan pembangunan rabat beton tersebut.

Uraian bahan yang digunakan pun tak mencukupi, serampangan dan penuh manipulasi. Misalnya, batu kali/mangga yang harusnya 171 Meter Kubik (m3) dengan jumlah biaya Rp.76.950.000 hanya di beli kurang lebih 40 m3 dan harga per/m3 harusnya Rp.450.000 hanya dibayar Rp.350.000 per/m3.

Kerikil pun demikian, jumlah yang seharusnya 115 m3 dengan biaya Rp.51.750.000 dan per/m3 Rp.450.000, hanya dibeli sekitar 50 m3 dan hanya dibayar Rp.350.000 per/m3. Pasir juga hanya di bayar Rp.200.000 per/m3 dari harga Rp.250.000 per/m3 yang berjumlah 88 m3 dengan biaya Rp.22.000.000.

Pasir urung sama sekali tidak dibeli, dalam RAB terurai sebanyak 143 m3 dengan total biaya Rp.35.750.000, namun, sebagaian dari sumber yang ditemui Lentera mengatakan Kades membayar tanah liat dipegunugan kepada sejumlah truk pengangkut pasir. “Tak diketahui jumlahnya,” ungkap warga Tanjung Jere yang tidak mau namanya dikorankan ini.

Tambahnya, Data tersebut adalah sebagian kecil dari hasil uraian bahan yang digunakan, masih banyak lagi yang belum dicantumkan, misalnya alat dan sebagian bahan.

Artinya, jika dihitung rata-rata jumlahnya terbilang fantastis, kerugian desa sangat mencolok. Masyarakat yang bergerombol mengangkut batu dan pasir lalu menjual untuk proyek tersebut tak tahu-menahu terkait kecurangan dan penipuan tersebut hingga dirugikan.

Seorang warga mengisahkan saat mereka mengambil batu karang dilaut di daerah pesisiran Desa, mereka harus menggunakan perahu lalu angkut hingga ketepian pantai.

“Saya punya waktu itu sekitar 3 kubik, pake parahu, (pakai perahu) harganya satu juta lima puluh ribu,” tuturnya.

Selain itu, upah kepala kerja pun tak seluruhnya terbayarkan. Dalam RAB, tercantum senilai Rp.50.505.000, namun menurut Kaur Pembangunan Desa Tanjung Jere, Kamaruddin Badrun, saat dihubungi Reporter, mengatakan upah yang terbayarkan sekitar Rp.40.000.000 sekian, sisanya tidak lagi, padahal menurutnya, kades berjanji akan membayar upah kepala kerja dan itu sisa dari jumlah yang terbayarkan sebelumnya.

“sampe sekarang saya tidak tahu dimana anggaran tersebut, tapi kalau mau diungkit-ungkit saya masih akan cari tahu,” tuturnya kepada Reporter, saat dihubungi, Minggu 20 Januari 2019, sembari mengatakan masih banyak kasus yang belum diungkap.

Sejumlah masyarakat berharap jika memang kasus itu benar, tolong disampaikan kepada pihak terkait, tim audit dari inspektorat dan instansi terkait yang independen agar segera melakukan pengecekan kembali.

“Harus yang benar-benar, harus independen, kalau tidak akan sama saja,”ucap seorang warga kepada reporter lentera.co.id.

Red/Ajun

Download Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News