Kantor Desa Tanjung Jere Sepi, Kondisinya Bak Kandang Kambing

Bagikan:

HALSEL, LENTERA.CO.ID – Kantor Desa Tanjung Jere, di Kecamatan Gane Timur (Gatim), Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara (Malut), sepi tak berpenghuni.

Saat menyambangi Desa Tanjung Jere, pada 13 Januari 2019 lalu, Repoter media ini menyaksikan langsung, kondisi kantor desa nampak tak layak disebut sebagai kantor. Betapa tidak, kantor Desa tersebut sudah seperti kandang kambing, yang penuh dengan tumpukan kotoran hewan itu.

Selain itu, didalam ruangan Kantor Desa inipun tidak ada perlengkapan atau peralatan yang selayaknya sebuah kantor. Parahnya lagi, tidak satupun perangkat desa berada di kantor untuk aduduk menanti pengaduan masyarakat.

Dari informasi yang dihimpun media ini bahwa bila ada masyarakat yang ingin berurusan dengan pemerintah desa harus datangi langsung anggota Pemerintah Desa terkait dirumahnya.

Kantor Desa Tanjung Jere

Tampak Depan Kantor Desa Tanjung JERE

Kondisi sperti ini, membuat sebagian warga resah. Salah satu warga yang tidak ingin namanya dimediakan, mengatakan bahwa kantor desa Tanjung Jere biasanya ramai jika tiba saatnya upah dan tunjangan perangkat desa diberikan, selepas itu tak ada lagi aktivias.

Menurutnya, pemerintah desa harusnya memberikan pelayanan kepada masyarakat di kantor, bukan dirumah. “Jadi, jika seperti ini, kan terkesan ada penyelewengan tugas, bagaimana masyarakat mengadu keluh kesahnya, padahal kan, ada kantor, kenapa harus dirumah” paparnya.

Selain itu, katanya, sangat rentan sekali dengan pemerintah desa terindikasi melakukan korupsi dan makan gaji buta bila hal itu (tidak pernah masuk kantor) terus terjadi tanpa ada penekanan dari Pemerintah Daerah Halmahera Selatan dan pihak instansi terkait.

Bagian dalam Kantor Desa Tanjung Jere

“Kami (masyarakat) wajar jika mencurigai pemerintah desa, kan ini pemerintahan, harusnya aktif di kantor, bukan dirumah dan sibuk urusan sendiri lalu tiap bulan terima gaji, apa itu bukan gaji buta,” tegasnya.

Kepala Desa, tambahnya, jarang sekali ada di desa, bahkan tidak menetap Desa, “paling lama (ada di desa) satu minggu, setelah itu tidak datang lagi, pas ada pencairan baru datang,” urai warga Desa ini.

Ruangan Kantor Desa Tanjung Jere, tidak ada peralatan kantor

Dilain kesempatan, Sekertaris Desa (Sekdes) Tanjung Jere, Abdurahman Umasangadji, saat dimintai keterangan terkait hal ini enggan memberi banyak tanggapan, dia hanya mengatakan seharusnya dibuatkan aturan oleh Kades agar tertibkan perangkat desa untuk masuk kantor.

“Silahkan tanyakan ke Kades, suru buat Perdes,” jawab saat ditemui dirumahnya, Selasa 15 Januari 2019 lalu.

Red/Ajun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan lahan untuk persiapan penambangan. Perluasan...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di Kafe Rumah Kampus, Kelurahan Gambesi...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa Nggele, Kecamatan Taliabu Barat Laut,...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari Kampus STIKIP Kieraha sampai Universitas...

Aksi Desak Bebaskan Aktivis Pro-Demokrasi yang Ditangkap

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari Kampus STIKIP Kieraha sampai Universitas...

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...

Aksi Desak Bebaskan Aktivis Pro-Demokrasi yang Ditangkap

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...

Protes Putusan PN Bobong, Mustakim: itu Aksi Alihkan Opini tanpa Dasar

LENTERA MALUT - Aksi protes Aliansi Masyarakat Nggele Bersatu, atas putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong dengan No.Perkara 2/Pdt.G/2019/PN.Bbg...

Merasa Dirugikan, Warga Protes PN Bobong Terkait Sengketa Tanah

LENTERA MALUT - Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nggele Bersatu menggelar aksi protes didepan kantor Pengadilan Negeri...

Polda Malut: Hasil Operasi Patuh 2019, Korban Jiwa Tahun ini Nihil

LENTERA MALUT – Hasil Evaluasi pelaksaan Operasi Patuh tahun 2019, pada 11 September 2019, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara...

7.267 Kendaraan Ditilang Selama Operasi Patuh 2019 di Malut

LENTERA MALUT -- Operasi Patuh Kieraha 2019 Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut), telah berakhir pada Rabu, 11...

Hilangnya MV Nur Allya, KNKT Menuju Halteng

LENTERA MALUT -- Pencarian kapal kargo MV. Nur Allya yang hilang kontak sejak 23 Agustus 2019 lalu di perairan...