Membaca Tanda ‘Vanessa’ dalam Kepala Manusia

BERITA TERKAIT

Rapimda, Ketua DPD Malut BS Minta OSO Kembali Pimpin Partai Hanura

LENTERA MALUT -- Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengelar Rapat Pimpinan Daerah...

Bupati Halteng Lantik Pejabat Hasil Roling, Elang: ini Perombakan Sistemik

LENTERA MALUT – Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara (Elang) melantik pejabat eselon II, III dan IV di Aula Kantor...

Bupati Elang: Perombakan Sistemik Dilakukan untuk Memperkuat Birokrasi Halteng

LENTERA MALUT – Demi memperkuat sistem pemerintahan daerah, Bupati Edi Langkara (Elang) bersama Wakil Bupati Abdurahim Ode Yani (Rahim),...

LENTERA.CO.ID — Penulis: Ardiansyah Fauji*

Teman baik Saya menyebut pemberitaan akhir-akhir ini soal kasus prostitusi online yang menjerat Vanesaa dan kawannya adalah semacam arogansi Machoisme.

Tulisan ini bukan sebuah pembelaan, tapi berusaha mendudukan bahwa Vanessa dan Mister R sama-sama melukai. Artinya mereka mestinya merasakan sakit yang sama, bukan karena tubuh Vanessa lebih gemulai, sehingga itu jadi alasan untuk mengeksploitasinya habis-habisan.

Prostitusi merupakan profesi paling purba, hebatnya sanggup melintasi segala zaman. Di Jepang, dahulu Arthur Golden menerbitkan sebuah buku fenomenal yang kemudian di filmkan dan begitu laris dan memenangkan 6 nominasi academy awards dengan judul yang sama, ‘Memoirs of a Geisha’. Di buku itu Arthur sebenarnya ingin mengambarkan kisah seorang perempuan yang sedang berjuang mencari identitas dirinya, sebuah kisah cinta, kerinduan, serta perempuan dalam kehidupan. Arthur hendak mengembalikan arti Geisha dari kesesatan persepsi orang-orang. Dalam bahasa Jepang, Geisha artinya orang seni, yaitu orang-orang yang terampil dalam seni tradisional Jepang seperti musik, tari, menyanyi dan upacara minum teh.

Ilustrasi

Awalnya profesi Geisha banyak dilakukan oleh kaum laki-laki, seiring waktu minat lelaki pada bidang ini menurun dan perlahan diambil alih oleh perempuan, yang kebetulan juga sebagian dari perempuan tersebut adalah mantan pelacur, tetapi itu sebagian kecil saja dari semua perempuan Geisha.

Lambat laun tradisi Geisha menjadi begitu kuat tertanam sebagai profesi khusus perempuan, dan ada kode etiknya yang sangat ketat. Para Geisha tinggal di sebuah rumah yang disebut Okiya, pemiliknya adalah mantan Geisha. Perempuan-perempuan ini lalu dilatih di sekolah lokal, mereka memiliki guru khusus dan pelajarannya juga khusus, semisal tari, flute, drum, shamisen, dan upacara minum teh.

Kebanyakan orang termasuk saya, mengira Geisha adalah pelacur, mereka hanya sebagai penghibur, dan para Geisha sejati jarang terlibat hubungan seksual dengan pelanggannya. Geisha biasanya dipanggil ke sebuah pesta untuk menghidupkan suasana, mereka menari, menyanyi atau cara lain. Dan setiap Geisha memiliki seorang pelindung pribadi yang disebut Danna.

Seorang Geisha sangat serius mempelajari seni tradisional Jepang.

Hubungan Geisha dengan seorang Danna menjadi benang merah mengapa Geisha kemudian penuh dengan konotasi buruk. Pelindung pribadi Geisha merupakan orang yang memelihara Geisha dan memenuhi segala kebutuhannya, Danna biasanya seorang kaya raya, dan terkadang hubungan ini sampai diurusan tempat tidur. Seorang Geisha memerlukan seorang Danna agar bisa memutuskan hubungan dengan Okiya, sehingga kemudian bisa hidup mandiri.

Hari ini, menyebut Geisha sama artinya menyebut nama seorang pelacur. Jauh dari Momeirs of a Geisha.

Vanessa bukan Geisha, karena ia tak tinggal di rumah Okiya, sekolah khusus atau mempelajari ilmu khusus sebagai Geisha, juga tak berlaku kode etik ketat Geisah pada dirinya. Tetapi Vanessa adalah seorang perempuan muda yang hidup di era post truth. Selain itu Vanessa hadir di sebuah masa yang penuh dengan politik tubuh perempuan, ditengah-tengah masyarakat yang hanya membaca sebuah tanda lalu bisa mengelompokan seorang perempuan sebagai apa, lalu mengadilinya tanpa rasa kasihan.

Membaca seluruh headline media massa beberapa hari ini, Vanessa seperti hidup sendiri di dunia ini, tak ada sanak keluarga, bahkan mungkin Vanessa terlahir dari sebuah batu yang setiap hari disembah, sehingga batu itu tak akan pernah terluka membaca headline media-media mainstream tentang anaknya yang tersesat disebuah kamar hotel bintang lima. Urusan privat Vanessa kemudian berubah jadi urusan pasar kaget dengan barang-barang murah yang berserakan dan jadi rebutan orang-orang. Vanessa dieksploitasi hingga warna dalaman yang ia pakai (untung saja dalamannya tak sewarna dengan salah satu partai politik), seolah-olah para pewarta yang mengabarkan dirinya begitu suci, seolah-olah tak berlaku lagi hukum kosmis, sebab akibat.

Dalam kasus ini Vanessa tak sendiri, dia juga tak harus dilindungi (hukum moral), barangkali semua judul-judul panas yang dituliskan baik cetak maupun online, hanya dibaca oleh mereka yang usianya di atas 18 tahun. Rating membuat orang lupa cara mengedukasi sebuah kasus agar tak terjadi lagi Vanessa-Vanessa lain di masa depan.

Sekalipun Vanessa-Vanessa lain jera juga ngeri andai melakukan hal yang seperti itu dengan seluruh pemberitaan yang ada, namun jika Mister R masih nyaman menawarkan 80 juta, 100 juta, mucikarinya leluasa mencari korban karena hukum moral yang didapat tak sedasyat Vanessa, maka seperti tawanan perang yang gugur dimedan perang, Vanessa-Vanessa lain akan tetap tunduk dan mati dalam pelukan haram si Mister R.

*(Penulis adalah Novelis dan angota DPRD Kota Tidore Kepulauan Fraksi Demokrat)

- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -Download

BERITA TERKINI

Rapimda, Ketua DPD Malut BS Minta OSO Kembali Pimpin Partai Hanura

LENTERA MALUT -- Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengelar Rapat Pimpinan Daerah...

Bupati Halteng Lantik Pejabat Hasil Roling, Elang: ini Perombakan Sistemik

LENTERA MALUT – Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara (Elang) melantik pejabat eselon II, III dan IV di Aula Kantor Bupati Halteng pada Selasa, 15...

Bupati Elang: Perombakan Sistemik Dilakukan untuk Memperkuat Birokrasi Halteng

LENTERA MALUT – Demi memperkuat sistem pemerintahan daerah, Bupati Edi Langkara (Elang) bersama Wakil Bupati Abdurahim Ode Yani (Rahim), kabupaten Halmahera Tengah, bakal melakukan...

Kapolda Malut Serahkan 45 Ranmor ke Bahabinkamtibmas Polres Jajaran

LENTERA MALUT - Polda Maluku Utara (Malut) melaksanakan Pendistribusian 45 Kendaraan Bermotor (Ranmor) Roda dua (R2) kepada Bhabinkamtibmas yang ada di delapan Polres jajaran...

Meriahkan HUT ke 29, Pemda Halteng Gelar Jalan Sehat

LENTERA MALUT -- Pemerintah Daerah Kabupaten Halteng menggelar jalan sehat dalam rangka HUT Kabupaten Halteng yang ke- 29. Lokasi star jalan sehat di depan...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...