oleh

Hearing Harga Kopra Nihil solusi, Forum Memanas dengan Ucapan Bupati Sula

SULA,LENTERA.CO.ID – Hering menindak lanjuti anjloknya harga kopra dilaksanakan oleh DPRD Kepulauan Sula, Pemda Kabupaten Kepulauan sula dan komunitas mahasiswa pro demokrasi, di gedung pertemuan DPRD pada selasa 8 Januari 2019 tak menuai hasil.

Pasalnya Pemerintah daerah yang diwakili oleh asisten II Adam Umasugi dan kadis perindakop Abd Rauf Upara tidak mampu menghadirkan solusi untuk mengantisipasi anjloknya harga kopra.

Baca Juga: “DPRD Tong Kosong Bunyi Nyaring” Bikin Sejumlah Anggota Legislatif Kepsul Naik Pitam

Asisten II dalam presentasinya memaparkan hasil pertemuan dengan PT. NUI HIA yang beroperasi di desa Capalulu, Kecamatan Mangoli Tengah provinsi Maluku Utara. Namun belum sempat menyelesaikan hasil presentase telah di potong oleh ketua komisi II, Ilyas Yainahu.

Menanggapi presentasi Asiaten II, Ketua DPRD Ismail Karie yang mengatakn kini yang kita cari adalah solusi, sementara yang di sampaikan oleh asisten II itu adalah planing jangka menengah dan jangka panjang.
“Masarakat mengharapkan solusi bukan lagi rancangan program,” Ismail.

Ketua DPRD yang juga sebagai pimpinan hearing tersebut kemudian memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan solusi terkait harga kopra.

Raski Soamole perwakilan mahasiswa mengtakan pemerintah sula hanya terfokus pada kopra jadi minyak kelapa. “Padahal ada di daerah lain kopra dapat di jadikan sabun mandi, makanan ringan berupa biskut dan lain sebagainya oleh pemerintah sula mestinya lebih kreatif” tanggapnya.

Hingga Hering usai tidak ada titik simpul yang dapat sijadikan sebagai solusi untuk menyelesaikan permasalahan harga kopra yang kian anjlok. Bahkan sebaliknya, suasana hearing memanas saat sejumlah Anggota DPRD Kepulauan Sula mempermasalahakan ucapan Bupati yang mwngatakan bahwa DPRD tong kosong bunyi nyaring.

Rep/Gopal

Tentang Penulis: Reporter SULA, Irwan FOKATEA

Reporter SULA, Irwan FOKATEA
IRWAN FOKATEA adalah Reporter Lentera.co.id sekaligus Kontributor dan Pembimbing Om Desa yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News