oleh

Penyebar Informasi Hoaks di Medsos, Hukuman 6 Tahun Penjara dan Denda 1 M

“Tak hanya berita hoax terkait Tsunami, namun juga Pilpres dan Pileg”

TERNATE, LENTERA.CO.ID – Gempa bumi yang terjadi pekan ini, terus mengguncang sejumlah daerah di Kabupaten Maluku Utara (Malut). Gempar tersebut, disertai dengan isu tentang tsunami yang bikin masyarakat kian panik dan mengungsi diberbagai tempat ketinggian.

“Torang (kami) di Bacan kemarin mengungsi karena takut Tsunami, di bagian pesisir Halsel juga ada yang sudah lari di daerah ketinggian,” ujar Fira, salah satu pengungsian di Bacan, Labuha.

Sementara itu, pemerintah setempat juga tidak bisa menangani isu hoax yang kian menyebar dikalangan masyarakat

Menanggapi hal itu, Polda Maluku Utara, melalui Kabid Humas, AKBP Hendri Badar, meminta masyarakat dan para penguna media sosial untuk berhati-hati dalam menyebarkan berita hoax. Sebab informasi bohong itu, kata dia, jika terbukti dan memenuhi unsur pidana Undang-undang ITE, maka akan dijerat hukuman 6 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 1 miliar.

“Penyebar berita hoax di media sosial, jika memenuhi unsur pidana undang undang ITE, maka akan diproses hukum. Kami dari pihak aparat penegak hukum dalam hal ini Polri akan menindak, dan pelaku akan dijerat dengan hukuman 6 tahun penjara,” kata Hendry Badar saat dikonfirmasi, Senin 7 Januari 2019 di Kantornya.

Akhir-akhir ini, ujar Hendri, daerah Maluku Utara hingga kini diperhadapkan dengan musibah gempa bumi, dan banyak ditemukan masyarakat yang menyebarkan informasi yang tidak benar alias hoax melalui jejaring medsos. “Itu meresahkan masyarakat,” katanya.

Agar tidak berurusan dengan hukum, lanjut Hendry, pihaknya meminta kepada masyarakat agar tidak lagi sembarangan menyebarkan berita hoax.

Ia menambahkan, salah satu pelaku diduga penyebar hoax tsunami di Kabupaten Halmahera Selatan, sementara ini dalam proses penyelidikan.

“Tersangka penyebar berita hoax tsunami di Halsel, untuk saat ini teman-teman penyidik masih lakukan proses pemeriksaan hasilnya akan disampaikan,” ujarnya lagi.

Tak hanya berita hoax terkait Tsunami yang diproses, namun juga terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) masyarakat juga diminta agar berhati-hati menyebarkan berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Red/Ajun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News