oleh

Resmi Dilantik, BEM FH UMMU Menyoroti Kasus Kriminalisasi Petani di Halut

TERNATE, LENTERA.CO.ID – Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), resmi dilantik, sembari menggelar dialog publik, Sabtu 5 Januari 2019.

Jajaran pengurus yang di nahkodai Alvira Nurul Hizrawaty pada periode 2019-2020 kedepan ini dilantik langsung oleh Dekan Fakultas Hukum UMMU, M. Joyo Soekarno, di Gedung Kota Janji Ngade, Kelurahan Ngade, Ternate Selatan.

“Pengurus yang baru ini tinggal menjalankan program kerja yang baru, untuk meningkatkan kualitas pada pada kelembagaan, yaitu terutama Fakultas Hukum di Universitas Muhammadiyah,” Ujar Dekan FH, M. Joyo Soekarno, saat di hubungi Reporter Lentera, Sabtu 5 Januari 2019.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa FH, Alvira Nurul Hizrawaty saat di konfirmasi, mengatakan akan melanjutkan kinerja pengurus BEM sebelumnya dan memperbaiki apa yang belum dikerjakannya. Ia menuturkan akan meningkatkan kerjasama antara organisasi intra-kampus maupun ekstra-kampus di Universitas.

“Nanti bagaimana proker selanjutnya akan kami bahas di Raker periode 2019-2020 dlm waktu dekat ini,” kata Alvira, sapaan akrabnya.

Selain itu, BEM FH juga menyoroti kasus pengroyokan petani di Halmahera Utara (Halut) yang di lakukan gerombolan preman dan sejumlah oknum PNS tidak bertanggung jawab beberapa pekan lalu didepan Kantor Bupati Halut, melalui dialog publik yang digelar usai pelantikan.

Menurut Alvira, penerapan sanksi pidana merupakan ultimum remedium bagi penegakkan hukum.

Sebagai penegak hukum, lanjut Alvira, pihak Kepolisian harusnya tidak memandang bulu. Pelaku kriminalisasi terhadap petani kelapa, menurutnya, harus dijerat dengan pasal 170 ayat 1 KUHP daripada pasal 351 ayat 1 KUHP, karena peristiwa tersebut bukan dikategorikan pemukulan tapi pengeroyokan.

“Jadi, alternatif terakhir adalah oknum pengroyokan harus dipidana dan hukuman pemidanaannya paling lama 7 tahun,” tegasnya.

Sebelumnya, pengurus BEM FH UMMU yang di nahkodai Alvira Nurul Hizrawaty dan Wakil Ketua BEM, Muhammad Jahrulan ini telah gelar musyawarah pada tanggal 12 Desember 2018 lalu.

Untuk diketahui, dialog tersebut menghadirkan dua Narasumber, yakni Sekertaris KAI DPD Malut, Roslan S.H, dan seorang Akademisi, Iskandar Joisangadji. Dialog tersebut berlangsung dengan alot.

Red/Ajun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

News