Demo di Jakarta, PT Harita Group Diminta Tinggalkan Maluku Utara

BERITA TERKAIT

Jago Merah Lahap Lima Rumah dan Satu Toko di Ternate

LENTERA MALUT -- Kebakaran terjadi di kawasan pemukiman ruko pasar Gamalama Ternate, Maluku Utara, Kamis 23 Januari 2020. Sedikitnya,...

Tenggang Waktu Bayar UKT Singkat, Mahasiswa IAIN Ternate Demo: Kami Anak Petani

BAK: Selama rentan waktu itu baru sebagian kecil mahasiswa yang membayar UKT maka itu akan menjadi pertimbangan LENTERA MALUT –...

IAIN Ternate Lakukan Sosialisasi Masuk PT Islam Negeri di Pulau Taliabu

LENTERA MALUT – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku Utara, melaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknis masuk perguruan...

JAKARTA, LENTERA.CO.ID — Perebutan tanah antara PT. Harita Group dan Masyarakat Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, memicu reaksi protes dari pemuda, mahasiswa dan banyak kalangan.

Tanah subur, yang sudah ada sebelum perusahaan Tambang ini bercokol di Kecamatan Obi, diklaim sebagai tanah milik negara dan akan di fungsikan menjadi pembangunan infrastruktur seperti Bandara, menuai konflik sosial antara masyarakat dan pihak Perusahaan.

Mencermati realitas tersebut, pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Lingkar Tambang Maluku Utara Jakarta, menggelar aksi di depan Gedung PT. Harita Group, Jl Jend. Sudirman, Kav 1 Ged, Bank Panin Lt 5 Jakarta Selatan, pada Kamis, 3 Januari 2019.

Kordinator aksi, Wandi menyampaikan bentuk kekecewaannya terhadap perusahaan yang dinilai mengabaikan Undang-undang No. 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria.

“Negara memang menguasai tanah, tapi bukan memiliki atas tanah tersebut. Negara juga menghargai tanah milik warga yang menyandang status hak hulayat, apalagi tanah yang ingin di bangun Bandara ini adalah bekas kampung tua, Desa Kawasi, yang sudah tentu menyimpan kisah sejarah dan dirawat oleh warga setempat,” ujar dia dalam orasinya.

Selain Wandi, Rajana saat berorasi menyatakan, perusahaan tersebut tidak transparan atas Dana CSR hingga hal itu jua berefek terhadap kemarahan warga hari ini.

“Dana CSR perusahaan yang nyatanya difungsikan sebagai pemulihan lingkungan hidup akibat operasi perusahaan dan terdapat patologi sosial lainnya, tidak dijama secara simultan terhadap masyarakat. Sehingga kami dengan tegas menyatakan PT. Harita Group harus angkat kaki dari Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara,” katanya.

Aksi yang dilengkapi dengan Spanduk dan mobil sound itu menuntut, menyampaikan beberapa poin berikut ini:

1. Mendesak kepada Dirut PT.Harita Group untuk bertanggung jawab atas penggusuran tanah milik warga .
2. Mendesak kepada PT. Harita Group untuk bertanggung jawab atas limbah perusahan.
3.Mendesak kepada PT. Harita Group untuk terbuka kepada masyarakat terkait dana CSR.
4. Mendesak kepada Mentri ESDM Untuk Mencabut Ijin Usaha Pertambangan JUP PT. HARITA GROUP, Karna Suda Menyusahkan Masyarakat Obi
5. Mendesak kepada PT. Harita Group untuk segera mengangkat kaki dari Bumi Maluku Utara karna hanya menyengsarakan rakyat Maluku Utara.

Selama aksi, pihak perusahaan enggan menemui pendemo untuk memberikan kejelasan atas masalah tersebut. Massa aksi pun merasa kecewa dan berjanji akan kembali lagi pada hari Selasa mendatang untuk memastikan problem tersebut cepat diselesaikan.

Rep: Faizal melaporkan dari Jakarta

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -Download
- Advertisement -Download

BERITA TERKINI

Jago Merah Lahap Lima Rumah dan Satu Toko di Ternate

LENTERA MALUT -- Kebakaran terjadi di kawasan pemukiman ruko pasar Gamalama Ternate, Maluku Utara, Kamis 23 Januari 2020. Sedikitnya,...

Tenggang Waktu Bayar UKT Singkat, Mahasiswa IAIN Ternate Demo: Kami Anak Petani

BAK: Selama rentan waktu itu baru sebagian kecil mahasiswa yang membayar UKT maka itu akan menjadi pertimbangan LENTERA MALUT – Sejumlah mahasiswa melakukan aksi protes...

IAIN Ternate Lakukan Sosialisasi Masuk PT Islam Negeri di Pulau Taliabu

LENTERA MALUT – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku Utara, melaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknis masuk perguruan tinggi agama islam negeri disejumlah...

Kungker ke Polres Halbar, ini Pesan Kapolda Malut

LENTERA MALUT- Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol. Drs. Suroto,M.Si yang didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Malut, Karo Rena, Dir Krimsus, Dansat Brimob, dan Kabid...

Pemda Halteng Usulkan Goa Boki Maruru jadi Kawasan Bentangan Alam Menuju Geopark Nasional

LENTERA MALUT - Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) secara resmi mengusulkan Goa Boki Maruru jadi Kawasan Bentangan Alam Karst dan Geoheritage menuju Geopark di...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...