oleh

Masa Reses, Moc El Bahar Kawal Aspirasi Warga Pesisir

TIDORE, LENTERA.CO.ID – Upaya menjemput aspirasi dalam rangka agenda Rese DPRD Tidore Kepualauan (Tikep) Moc. EL Bahar tadi malam, Jumat 21 Desember 2018 berdialog dengan warga Tomalou, dan malam ini 22 Desember 2018 kembali berdiskusi dengan masyarakat khusunya warga Mare.

Perjalanan ke pulau Mare walau cukup dekat bukan berarti mudah, apalagi di bulan desember begini, kolaborasi hujan dan angin sanggup mencipta arus dan ombak kuat, siap menghantam perahu apa saja yang melintas.

Tepat Pukul 17.25 WIT, rombongan sebanyak 7 Orang dengan menumpang bodi nelayan (motor tempel) berkapasitas 15 PK, bertolak dari tanjung Soadara.

Perjalanan yang semestinya bisa ditempuh 30 menit, hari ini jadi lebih lama biasanya, karena kondisi laut dengan hembusan angin yang begitu kencang, menyebabkan hempasan air masuk memenuhi perahu tumpangan, efeknya jelas sebagian besar rombongan harus mencari posisi paling aman jika tak ingin mandi air laut sepanjang perjalanan menuju pulau Mare.

Jelajahi kawasan pesisir ini, yang juga merupakan jalur Moti verbon, merupakan tantangan serta pengalaman menarik bagi kami yang sebagiannya bukan anak nelayan.

Walau lumayan terguncang dalam perjalanan, namun ada sebuah kenikmatan lain, karena kami disuguhkan maha karya sang Rabbi, Sunset dengan bias jingga tak sempurna namun cukup mempesona serta pulau-pulau yang berbaris rapi, semacam barisan orang-orang yang berdiri menyambut kedatangan kami.

Ditengah perjalanan, tepat di atas Rep (gundukan pasir karang) Kahia Masolo, terlihat tiga perahu katinting nelayan sedang berlomba-lomba menarik ikan hasil pancingannya, tampaknya istri dan anak-anak di rumah akan sangat bahagia menyambut kepulangan mereka, hasil tangkapan lumayan banyak. Terlihat juga satu diantara ketiga nelayan tersebut tidak sendiri, ada kedua anaknya dalam sampan tersebut. Sungguh satu keluarga nelayan sejati.

Alasan Ko El, sapaan akrab Moc. El Bahar Conoras memilih Mare Kofo sebagai tempat berlangsung Reses lanjutan adalah bentuk konsistensi pelayan rakyat dan juga bagian dari upaya untuk menemukan problem paling mendasar bagi warga pesisir sehingga bisa ditemukan solusi penyelesaian.

Serta juga perjalanan Ko El ini, baginya merupakan bagian dari suport agar perumusan kebijakan pemerintah nanti benar-benar berbasis data problem kewilayahan. Selain itu sebagai sebuah realitas, menegasikan posisi warga pesisir dalam realitas pembangunan daerah hari ini dan di masa yang akan datang.

“Pulau Mare merupakan salah satu diantara pulau – pulau terkecil berpenghuni di selain Maitara yang ada di kota Tidore Kepulauan, maka sudah sepatutnya menjadi proritas, apalagi Mare sudah terkenal sebagai penghasil gerabah dan tembikar yang cukup melegenda, ini bisa jadi potensi ekowisata bagi warga yang mendiami pulau Mare. Penting kiranya pemerintah mendorong percepatan pembangunan infrasturktur dasar kolaborasi dengan Dana Desa, sehingga dua tiga tahun ke depan warga Mare sudah bisa merasakan perbaikan kualitas pembangunan sebagai warga yang tinggal di pusat-pusat kota Tikep.” ujarnya saat tiba di jembatan Desa Mare Kofo. Sabtu, 22 Desember 2018.

Sambil berjalan menikmati rimbunnya pohon mangrove yang kini telah di sulap menjadi tempat tambatan perahu-perahu nelayan dari terpaan ombak dan angin, Anggota Fraksi Partai Demokrat ini berharap, ada interaksi positif dari masyarakat desa Mare Kofo saat digelar Reses nanti malam pada pukul 22.00 WIT di Balai Desa Mare Kofo.

Rep/Irwan

Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *