oleh

Kembali Suarakan ‘Papua Merdeka’ 7 Mahasiswa di Tahan

TERNATE, LENTERA.CO.ID – Gabungan TNI-Porli Kota Ternate membubarkan puluhan massa aksi Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan menangkap 7 orang diantaranya didepan pelabuhan Ahmad Yani, Kelurahan Kotabaru, Ternate Tengah, Kota Ternate, Rabu 19 Desember 2018 siang tadi.

Pasalnya, massa aksi yang berjumlah sebanyak 40-an itu menggelar aksi menolak Tiga Komando Rakyat (Trikora), 19 desember 1961, 57 tahun silam yang dikumandangkan oleh Soekarno dialun-alun Yogyakarta untuk pembebasan Irian Barat.

Massa aksi FRI-WP menilai Trikora merupakan hal yang ilegal di tanah west Papua, dan menganggap tujuan trikora hanya menggagalkan pembentukan negara West Papua yang telah dideklarasikan pada 1 Desember 1961.

“Trikora merupakan ekspresi awal dilakukannya penjajahan Indonesia atas negara West Papua yang faktanya bukan bentukan Belanda” tulis rilis yang diterima Reporter.

Pantauan Lentera.co.id, sewaktu akan beranjaknya massa aksi untuk menggelar demonstrasi di depan Jatiland Mall, Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, langsung di hadang oleh sejumlah aparat kepolisian yang mengenakan pakaian preman dan merampas spanduk.

Para demonstran langsung membubarkan diri, dan berjalan menuju ke Ternate selatan. “dalam perjalanan kami dipukuli, ditendang di teriaki penghianat, padahal kami hanya akan mau menggelar aksi damai peringati Trikora yang tidak demokratis” ujar Isra, mengisahkan kejadian tersebut kepada Reporter Lentera.

Kejadian tersebut benar adanya, hingga sampai di depan Taman Fajalawa, tepat didepan Gapura jalan menuju Pelabuhan Ahmad Yani, Kotabaru, massa langsung di hajar, sebagian besar langsung melarikan diri dan 7 diantaranya diseret dan dinaikkan kedalam mobil Tentara kemudian diangkut ke Kodim 1501 Ternate.

Seorang massa aksi mengisahkan kejadian tersebut, setelah usai di bebaskan. Dia mengatakan, didalam Kodim, rambut mereka di gunduli semua, di perlakukan secara diskriminatif, di jemur dan kemudian di bebaskan sekitar pukul 15.00wit sore tadi.

Juru bicara FRI-WP, Surya Anta, saat dihubungi via Whatsapp mengatakan, cara TNI menangkap secara brutal 7 orang peserta demonstrasi dan 1 orang mahasiswa yang memfoto aksi tersebut merupakan tindakan brutal.

Dia menilai hal tersebut bukan kewenangan TNI untuk menangkap, apalagi hingga menggunduli kedelapan orang tersebut.

“Urusan pengamanan dan penanganan demonstrasi adalah urusan pihak kepolisian, TNI sudah off side dari wilayah tugasnya, apalagi setelah ditangkap mereka di intimidasi dan digunduli, itu merupakan cara-cara Orde Baru” kata Surya sembari mengatakan “pihak Korem seharusnya pantas dikenai sangsi oleh Polisi Militer atas tindakan tersebut”

Rep: Ajun

Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

  1. pantaslah karna.malut.saat ini.fokus.KOPRA kemudian bahwa.bagi.kami.tidak.ada.tempatnya.di sini.bagi siapapun yang triak.papua.merdeka. kalo.ribut papua.merdeka.silahkan.di.papua.diatas jang bikin kaco.disini