oleh

Mahasiswa Haltim Demo Harga Kopra

HALTIM, LENTERA.CO.ID – Anjloknya Harga Kopra masih mendapat perhatian dari berbagai pihak. Terutama, di kalangan aktifis dan mahasiswa di Maluku Utara.

Di Halmahera Timur misalnya, demonstrasi untuk mendokrak harga kopra di suarakan masa aksi yang terdiri atas Ikatan Pelajar Mahasiswa Wasile (IPMW) Ternate,GSNI terhadap pemerintaha Daerah Kabupaten Halmahera timuri (Haltim), di depan kantor bupati pada Kamis 13 Desember 2018.

Kordinator lapangan Fadli wahab dalam orasinya menyampaikan bahwa anjloknya harga kopra yang begitu jauh di Haltim, tentunya semua pihak dapat merasakan terutamakan dampaknya, terutama masyarakat petani kopra keseluruhan karenq masyarakat Halmaher Timur adalah petani kopra.

“Maka anjloknya harga kopra inipun dapat mengakibatkan bargasernya budaya serta tradisi masyarakat Haltim yang begitu saling gotong royong merakul kebersamaan masyarakat petani kopra”

Tak hanya itu menurut Wahab, anjloknya harga kopra akan berdampak pada stabilitas pendidikan anak masyarakat petani kopra yang sementara melanjutkan pendidikan Dasar, Mengah pertama, mengah atas apalagi di jenjang perguran tinggi dikaranakan pendapatan ekonomi masyarakat secara drastis

“Cermatan dan kajian kami Fadli komoditi unggulan di Halmahera Timur Harga kopra sungguh sangat di sayngkan begitu drastis Hingga capaian Rp 1.800/kg ini adalah hasil yang kami temukan di lapangan, Saat ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tidak manpu engawal kepentingan rakyat daerah ini gagal namanya,” tuturnya

Dalam aksinya masa aksi memberikan sikap bahwa, Pemda HalTim segera cabut ijin perurusahan kelapa sawit PT. Dede Gandasuli di Wasile, serta mendesak pemda Haltim agar segera Perdakan standarisasi harga kopra Haltim dan mendesak pemda agar membangun industry lokal kelapa serta pemda harus mengaktifkan BUMD agar segera membijaki diskrisi untuk untuk menyelamatkan petani kopra.

Rep/Ilham

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News