oleh

Polsek Ternate Amankan Tiga Orang Tersangka dan 300 Kantong Miras

TERNATE, LENTERA.CO.ID – Polisi Sektor (Polsek) Ternate Selatan mengamankan 3 (tiga) orang tersangka yang membawa minuman keras (miras) jenis captikus, di Dermaga Pelabuhan Bastiong, sekitar pukul 06.20 Wit, Kamis 6 Desember 2018 pagi tadi.

Informasi yang diterima Reporter dari rilis Porles Ternate, via whatsapp, Kamis, 6 Desember 2018 menyebutkan, penindakan tersebut dilakukan oleh anggota jaga Shift C Polsubsektor Kawasan Pelabuhan Bastiong setelah diinformasikan warga setempat bahwa ada 3 orang yang turun dari kapal KM. Obi Permai, dan membawa dos dengan isinya yang mencurigakan.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan barang bawaan tersebut dan ditemukan miras jenis cap tikus sebanyak 77 kantong plastik bening, yang dikemas dalam 3 dos kecil.

Tiga orang diantaranya, berinisial HHP (19), diketahui beralamat di Kelurahan Sangaji Utara, Ternate Utara, dan inisial FJ (18) dan FL (20) di ketahui keduanya beralamat di kel. Dufa-dufa, Ternate Utara, Kota Ternate.

Ketiga pelaku beserta barang bukti (captikus) yang diselundupkan dari wilayah Pulau Halmahera tersebut kini telah di amankan ke Pospol Subsektor Kawasan Pelabuhan Bastiong guna proses lebih lanjut.

Pelaku langsung di amankan ke Pospol Subsektor Kawasan Pelabuhan Bastiong guna diproses lebih lanjut.

Tiga Jam Sebelumnya, Polsek Ternate Selatan Juga Mengamankan Miras Di Falajawa Dua

Sekitar pukul 03.30 Wit pagi, Polsek Ternate Selatan juga merengsek masuk kos-kosan Orange di Falajawa dua, Kelurahan Kayumerah, Ternate Selatan, Kamis 6 Desember 2018, pagi tadi dan mengamankan miras jenis captikus sebanyak 300 kantong plastik dan dikenal dalam 6 karung.

Unit Pulbaket langsung bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan di pimpin oleh Kanit Pulbaket Aiptu Buhari Noh, setelah mendapat informasi dari warga setempat dan melakukan penindakan di kamar pelaku.

Informasi yang dirilis Polres Ternate melalui Whatsapp kepada Reporter, diketahui pelaku seorang perempuan berinisial EB (43), dan mendiami salah satu kamar di kos-kosan Orange.

Perempuan yang telah berumah tangga itu menjadikan kamar miliknya sebagai tempat penyimpanan ratus miras yang di kemas dalam karung tersebut. Pelaku langsung di amakan ke Mapolsek Ternate Selatan.

“Captikus” Dilihat dari Tiga Sudut Pandang

Kaporles Ternate, AKBP Azhari Juanda, menilai tingkat penyelundupan minuman keras beralkohol di Kota Ternate semakin marak terjadi. Ia menuturkan banyaknya oknum masyarakat yang hingga kini masih “hobby” mengkonsumsi “captikus”.

Hal ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah, karena menurut Kapolres, ada tiga sudut pandang yang menjadi acuan untuk tidak mengkonsumsi minuman keras karena sangat berdampak buruk bagi lingkungan masyarakat, diantaranya harus dilihat dari sudut pandang Agama, Kesehatan dan Kamtibmas.

Agama Islam sendiri melarang keras dan bahkan mengharamkan untuk mengonsumsi captikus. Larangan tersebut terdapat pada Surah Al-maidah Ayat 90. Juga pada kesehatan, sangat buruk secara fisik maupun mental jiwa seseorang pecandu.

Dari sudut pandang Kamtibmas, juga paling menjadi perhatian karena sering melakukan pelanggaran berupa kejahatan, memukul orang, merusak harta benda, melakukan pemerkosaan, mencabuli orang dan bahkan membunuh teman sejawat sendiri dan parahnya lagi, nyawa sendiri dan/atau orang lain melayang ketika mengendarai sepeda motor akibat dari pengaruh alkohol.

Peraturan Daerah (Perda) No. 5 Tahun 2004 tentang Larangan dan Peredaran Mimumam Beralkohol di Kota Ternate, menurut Kaporles Kaporles harus lebih di perketat.

“Ancaman hukuman dalan perda miras menggunakan ancaman hukuman minimal sehingga dapat menimbulkan efek jera bagi para pelaku,” ungkap Kaporles saat di Konfirmasi Reporter Lentera, via Whatsapp, Kamis, Desember 2018.

Hal itulah, Kata Kaporles, pihaknya telah melayangkan surat kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kota Ternate “infonya hingga hari ini sdh dibahas dan sudah masuk program Legislasi Daerah (Prolegda),” tambah Kaporles.

Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *