oleh

Marak Miras Tradisional “Captikus” Jelang Akhir Tahun

Tahun Baru tanpa Miras Tak lengkap!!

TERNATE, LENTERA.CO.ID – Tak tanggung-tanggung jelang tahun baru 2019 operasi penangkapan penyelundupan Minuman Keras (miras) semakin sering mewarnai wajah media massa. Sebut saja di media ini, tercatat sejumlah kasus penangkapan penyelundupan miras di berbagai Kota/Kabupaten di Maluku Utara. Yang jumlah barang buktinya bisa dibilang fantastis dalam tiga bulan terakhir jelang Desember 2018.

Hal itu kembali terjadi lagi, Polisi Sektor (Polsek) Ternate Selatan, mengamankan 3 (tiga) orang tersangka membawa minuman keras tradisional jenis captikus, di Dermaga Pelabuhan Bastiong, sekitar pukul 06.20 Wit, Kamis 6 Desember 2018.

Barang Bukti dan pelaku saat diamankan oleh Polisi

Informasi yang diterima Reporter melalui rilis Porles Ternate, via whatsapp, Kamis (6/12), penindakan tersebut dilakukan oleh anggota jaga (Shift C Polsubsektor) Kawasan Pelabuhan Bastiong setelah diinformasikan warga setempat bahwa ada 3 orang yang turun dari kapal KM. Obi Permai dengan membawa serta dos berisi barang mencurigakan.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan barang bawaan tersebut dan ditemukan miras jenis cap tikus sebanyak 77 kantong plastik bening, yang dikemas dalam 3 dos kecil.

Tiga orang tersebut berinisial HHP (19), diketahui beralamat di Kelurahan Sangaji Utara, Ternate Utara, dan inisial FJ (18) dan FL (20) di ketahui keduanya beralamat di kel. Dufa-dufa, Ternate Utara, Kota Ternate.

Ketiga pelaku beserta barang bukti berupa minuman keras tradisional Captikus yang diselundupkan dari wilayah Pulau Halmahera tersebut kini telah di amankan ke Pospol Subsektor Kawasan Pelabuhan Bastiong guna proses lebih lanjut.

Pelaku langsung di amankan ke Pospol Subsektor Kawasan Pelabuhan Bastiong guna diproses lebih lanjut

Tiga Jam Sebelumnya Polsek Ternate Selatan Grebek Pemilik 150.000 ML milik Ibu Rumah Tangga

Sekitar pukul 03.30 dini hari, Polsek Ternate Selatan juga merengsek masuk kos-kosan Orange di Falajawa dua, Kelurahan Kayumerah, Ternate Selatan, Kamis 6 Desember 2018 dan mengamankan miras jenis captikus sebanyak 300 kantong plastik yang dikemas dalam 6 karung.

Captikus hasil sitaan polisi

Unit Pulbaket langsung bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dipimpin oleh Kanit Pulbaket Aiptu Buhari Noh, setelah mendapat informasi dari warga setempat dan melakukan penindakan di kamar pelaku.

Informasi yang dirilis Polres Ternate melalui Whatsapp kepada Reporter, diketahui pelaku seorang perempuan berinisial EB (43), dan mendiami salah satu kamar di kos-kosan Orange.

Perempuan yang telah berumah tangga itu menjadikan kamar miliknya sebagai tempat penyimpanan ratus miras yang di kemas dalam karung tersebut. Pelaku langsung di amakan ke Mapolsek Ternate Selatan.

Tentunya dari dua penangkapan pelaku dan pengamanan barang bukti dalam sehari dengan selang beberapa jam itu menjadi indikasi maraknya miras Tradisional berjenis Captikus ini sedang membanjiri Kota Ternate.

“Captikus” Tiga Sudut Pandang Larangan Miras

Kaporles Ternate, AKBP Azhari Juanda, menilai tingkat penyelundupan minuman keras beralkohol di Kota Ternate semakin marak terjadi. Ia menuturkan banyaknya oknum masyarakat yang hingga kini masih _”hobby”_ mengkonsumsi _”captikus”_.

Hal ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah, karena menurut Kapolres, ada tiga sudut pandang yang menjadi acuan untuk tidak mengkonsumsi minuman keras karena sangat berdampak buruk bagi lingkungan masyarakat, diantaranya harus dilihat dari sudut pandang Agama, Kesehatan dan Kamtibmas.

Agama Islam sendiri melarang keras dan bahkan mengharamkan untuk mengonsumsi captikus. Larangan tersebut terdapat pada Surah Al-maidah Ayat 90. Juga pada kesehatan, sangat buruk secara fisik maupun mental jiwa seseorang pecandu.

Dari sudut pandang Kamtibmas, juga paling menjadi perhatian karena sering melakukan pelanggaran berupa kejahatan, memukul orang, merusak harta benda, melakukan pemerkosaan, mencabuli orang dan bahkan membunuh teman sejawat sendiri dan parahnya lagi, nyawa sendiri dan/atau orang lain melayang ketika mengendarai sepeda motor akibat dari pengaruh alkohol.

Peraturan Daerah (Perda) No. 5 Tahun 2004 tentang Larangan dan Peredaran Mimumam Beralkohol di Kota Ternate, menurut Kaporles Kaporles harus lebih di perketat.

“agar ancaman hukuman dalan perda miras menggunakan ancaman hukuman minimal sehingga dapat menimbulkan efek jera bagi para pelaku,” ungkap Kaporles saat di Konfirmasi Reporter _Lentera_, via Whatsapp, Kamis (6/12/18).

Hal itulah, Kata Kaporles, pihaknya telah melayangkan surat kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kota Ternate “infonya hingga hari ini sdh dibahas dan sudah masuk program Legislasi Daerah (Prolegda)” tambah Kaporles.

Rep/Ajun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News