oleh

Pelaku Hoaks dan Ujaran Kebencian Diciduk Polres Ternate

TERNATE,LENTERA.CO.ID – Tim Unit Resmob Polres Ternate berhasil mengungkap salah satu pelaku penyebar konten berita hoax pengancaman atau penghinaan pencemaran nama baik melalui akun di media sosial Via Facebook (FB) atas nama Suleman Hi Hafel Suleman.

Pelaku atas nama Suleman Hi Hafel alias Eman (46) bekerja sebagai kontraktor yang beralamat di Jalan Danau Toba Kelurahan Mangga Dua Kecematan Ternate Selatan, berhasil di amankan pada Senin 3 Desember 2018 pukul 18.00 WIT di dalam rumah saudari Maimuna Hi Hafel yang beralamat di Jalan Jati Lurus RT 04/ RW 02 Kelurahan Jati.

Wakapolres Ternate, Kompol Jufri Dukomalamo, di dampinggi Kasat Reserse, AKP Randhir Prasarana, Kanit Tipiter Sat Reskrim, Angga Perdana Putra Wartono dan Kasubag Humas, Ipda Wahyudin kepada sejumlah awak media, Pada Selasa, 4 November 2018 mengatakan pelaku dengan sengaja mengapload dan menyebarluaskan konten-konten negatif berupa ujaran kebencian dan berita Hoax terhadap lnstansi Polri khususnya Polres Ternate, serta pelaku dengan sengaja membuat dan mengupload tulisan-tulisan konten negatif yang di sertai dengan pengancaman penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap korban Bapak Azhari Juanda S.l.K. selaku Kapolres Ternate.

Cara Pelaku melakukan aksinya pada awalnya membuka atau login melalui akun facebooknya atas nama “Suleman HI Hafel Suleman” melalui Handpone miliknya kemudian pelaku mencari foto korban melalui akun facebook dan setelah menemukan foto korban selanjutnya pelaku dengan menggunakan aplikasi “No Crop” pada handpone pribadinya untuk mengedit foto korban serta di berikan konten tulisan yang memuat pengancaman. penghinaan serta pencemaran nama baik.

Setelah membuat konten tersebut selanjutnyn pelaku mengaplod hasil editan kedalam Akun facebook miliknya agar dapat dihat atau diakses oleh siapa saja yang berteman atau melihat postingan dari pelaku tersebut.

“Untuk barang bukti yang suda di amankan satu unit HP merek OPPO warna hitam kombinasi biru dan konten konten postingan yang telah di aplod ke akun facebooknya” ungkap Wakapolres.

Sementara pelaku dikenakan pasal 45 Ayat (3) dan Ayat (4) Jo Pasal 27 Ayat (3) dan Ayat (4) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tetang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang lnformasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang berbunyi; Setiap orang Dengan Sengaja danTanpa Hak mendistribusikan dan/atau metransmisikan dan/atau membuat dapat di aksesnya lnformasi EIektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan Penghinaan dan/atau Pencemaran Nama Baik sebagaimana Dimaksud Dalam Rumusan Pasal 27 Ayat (3).

Akan di pidana dengan penjara paling lama 4 ( empat ) Tahun atau denda paling Banyak Rp. 750.000.000 ( tujuh rams lima puluh jute rupiah ).

Untuk pasal yang ke dua 45 ayat (4) Jo pasal 27 ayat (4) Undang Undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE yang berbunyi; Setiap orang Dengan Sengaja danTanpa Hak mendistribusikan dan/atau metransmisikan dan/atau membuat dapat di aksesnya lnformasi EIektronik dan/atau Dokumen elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan pengancaman sebagai mana di maksud dalam rumusan pasal 27 ayat (4) di pidana dengan penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp. 1 Milyar rupiah.

Sementara itu, Pelaku Suleman Hi Hafel Suleman kepada sejumlah awak media mengatakan untuk penyampaikan konten itu karena aspirasi bagi dirinya.

Lanjutnya, karena saya melihat ada hal-hal yang terjadi di daerah ini namun saya menyampaikan dengan bahasa yang kurang bagus yang menjustis kepada kapolres maupun lembaga institusi polri dengan ini saya pun merasa bersalah dan meminta maaf dan menerima keselahan saya.

Rep/Hana

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News