Sabtu, Juli 4, 2020

Warga Tolak Kedatangan Tim Gustu Provinsi di Pultab, ini penjelasan Jubir Rosita

LENTERA MALUT –Sambut Tim Gugus Tugas Covid-19 dari Provinsi Maluku Utara, Ratusan Warga Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu melakukan aksi unjuk...

Seru “Papua Harus Merdeka” 98 Mahasiswa Ditangkap Polisi

BERITA TERKAIT

Warga Tolak Kedatangan Tim Gustu Provinsi di Pultab, ini penjelasan Jubir Rosita

LENTERA MALUT –Sambut Tim Gugus Tugas Covid-19 dari Provinsi Maluku Utara, Ratusan Warga Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten...

Soal Kasus Lahan, Panja DPRD Serahkan 15 Poin Rekomendasi kepada Pemkab Halteng

LENTERA MALUT -- Upaya menindaklanjuti masalah sengketa lahan di Kabupaten Halmahera Tengah, Panitia Kerja (Panja) DPRD menyampaikan...

Pembentukan Pansus Dana Desa Molor, FP Nilai ini Ulah Pimpinan DPRD Pultab

LENTERA MALUT – Fraksi Pembaharuan menilai molornya agenda Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Taliabu (Pul-Tab) tentang...

TERNATE, LENTERA.CO.ID – 98 orang aktivis dari Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) di Ternate ditahan setelah polisi membubarkan aksi yang digelar , di depan pasar Tradisional Higienis Kota Ternate, pada 1 Desember 2018.

- Advertisement -

Massa aksi ini bermaksud untuk memperingati hari lahirnya enbrio bangsa West Papua yang jatuh pada 1 desember 1961, 57 tahun silam.

Berdasarkan pantauan Reporter Lentera, aksi yang dibubarkan oleh anggota polisi dan intelkam Polres Ternate yang langsung seret paksa massa aksi untuk naik ke dalam mobil Polisi bahkan ada beberapa aktivis sempat ditarik dan dipukul untuk dipaksa naik ke dalam mobil.

Menurut salah satu massa aksi, Ridwan (21), menyampaikan bahwa aktivis mahasiswa yang menggelar aksi peringati hari lahirnya bangsa Papua itu terdiri dari 12 orang asal Papua, dan 99 orang lainnya dari Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam FRI-WP, sewaktu hendak berjalan ke Porles, salah satu massa aksi dilarikan kerumahnya karena mengalami gangguan pernapasan.

“Satu orang sesak napas jadi sudah dilarikan ke rumah. 12 orang dari Papua dan sisanya dari Ternate. Saat ini mereka sudah dibawah ke Polres,” ungkapnya saat ditanyai lentera.co.id usai dimintai keterangan oleh Polisi.

Berdasarkan data yang dihimpun lentera, massa aksi menuntut dua hal dalam aksinya itu yakni, pertama agar pemerintah Indonesia menyelesaikan permasalahan HAM di Papua dan kedua agar berikan hak kepada rakyat Papua untuk bisa menentukan nasib bangsanya sendiri.

Sebagaiman yang disampaikan oleh massa aksi “Tarik militer (tni-porli) Organik dan non-organik dari seluruh tanah Papua” serta adanya seruan “Papua harus merdeka” yang menjadi yel-yel dan penyemangat orasi ditengah massa aksi.

Sementara pembubaran ini, menurut Kaporles Ternate, AKBP Azhari Juanda, karena mereka menyuarakan aspirasi yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

“Tentunya ini tidak bisa ditolelir, karena silahkan kalau mereka ingin menyampaikan pendapat, itu Hak tapi jangan lupa bukan hak saja yang diatur dalam UU penyampaian pendapat di muka umum, tapi ada juga kewajiban. Kewajibannya adalah materinya tidak boleh terkait masalah persatuan keutuhan NKRI. Tentunya ini sudah menyimpang jauh” ungkap Kaporles, Azhari Juanda, kepada sejumlah awak media, sabtu 1 Desember 2018, saat di konfirmasi terkait dengan penahanan aktivis mahasiswa.

Sehingga, lanjut Kaporles, pihaknya langsung mengambil tindakan dan mengamankan pengunjuk rasa ke Porles.” karena tadi disana dilapangan mereka berteriak-teriak agar papua merdeka, agar Papua lepas dari Indonesia, seperti itu” imbuh Kaporles.

Massa FRI-WP Diberi Pembinaan dan Arahan oleh Petugas Polisi

Terkait pembubaran tersebut juru bicara FRI-WP, Surya Anta menganggap bahwa hak penyampaian pendapat dimuka umum telah di atur dalam UU no 9 tahun 1998 dan di perkuat dengan UUD 1945.

“Aparat kepolisian gagal menghormati hak kebebasan mengemukakan pendapat yang sudah di atur dalam konstitusi Republik Indonesia” tulis Juru Bicara FRI-WP, Surya Anta, saat di konfirmasi Reporter Lentera via Whatsapp, sabtu (01/12/18)

Menurutnya, tidak ada dasar pembubaran aksi, karena massa aksi hanya melakukan aksi secara damai dan harus dihormati oleh pihak kepolisian.

Surya menenkankan bahwa demokrasi dan pendewasaan bangsa tidak akan maju apabila setiap aspirasi pendapat dibungkam oleh Aparatus negara.

“Rakyat Ternate mesti melindungi capaian reformasi, meskipun sepakat atau tidak soal aspirasi Papua Merdeka. Sebab, pembungkaman akan jadi preseden buruk bagi kemajuan demokrasi dan peradaban” tutur Surya.

Aksi ini dilakukan secara serentak di 11 kota di Indonesia. Maluku Utara menjadi pusat dengan tiga kabupaten/kota: Ternate, Sula, dan Tobelo. Kemudian aksi juga dilaksanakan di Jakarta, Surabaya, Palu, Kupang, Makassar, dan Manado.

Hingga berita ini ditulis massa aksi yang ditahan dan dimintai keterangan, diintrogasi dan diambil datanya telah dipulangkan oleh pihak Kepolisian Polres Ternate sekitar pukul 18:10, kecuali Kordinator Lapangan Aksi FRI-WP, Rudi dan tiga orang lainnya yakni Mita, Iyya dan Isra belum dibebaskan.

Rep/Ajun

Warga Tolak Kedatangan Tim Gustu Provinsi di Pultab, ini penjelasan Jubir Rosita

LENTERA MALUT –Sambut Tim Gugus Tugas Covid-19 dari Provinsi Maluku Utara, Ratusan Warga Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu melakukan aksi unjuk...

Soal Kasus Lahan, Panja DPRD Serahkan 15 Poin Rekomendasi kepada Pemkab Halteng

LENTERA MALUT -- Upaya menindaklanjuti masalah sengketa lahan di Kabupaten Halmahera Tengah, Panitia Kerja (Panja) DPRD menyampaikan laporan hasil kerja Panja dari...

Pembentukan Pansus Dana Desa Molor, FP Nilai ini Ulah Pimpinan DPRD Pultab

LENTERA MALUT – Fraksi Pembaharuan menilai molornya agenda Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Taliabu (Pul-Tab) tentang pembentukan Panitia Khusus (PANSUS) pengelolaan...

12 Pengacara Dampingi GEMPAR Tal-Sel, Laporkan Ketua Apdesi PuL-Tab dan Kades Pencado ke Polisi

LENTERA MALUT - Tim Kuasa Hukum, Gerakan Masiswa Pemuda dan Rakyat (Gempar), Taliabu Selatan, melaporkan Ketua Asosiasi pemerintah desa se-Indonesia (Apdesi), Kabupaten...

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

DPRD Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Rekomendasi LKPj Bupati Taliabu T.A 2019

Humas Taliabu- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Taliabu menyelenggarakan Rapat ParipurnaPenyampaian Rekomendasi DPRD Tarhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Kabupaten...

Curah Hujan Tinggi, BPBD Taliabu Turun Tangan Perbaiki Saluran Irigasi

Kominfo Taliabu - Setelah dilanda hujan dengan intensitas tinggi di seputaran Ibu Kota Kabupaten, yakni Kota Bobong, Kecamatan Taliabu Barat (Talbar), Pulau Taliabu (Pultab)...

Pemda Taliabu Salurkan Anggaran 2,5 Miliar serta 337 Ton Beras

LENTERA MALUT - Stimulan anggaran senilai Rp. 2,5 Miliar serta 337 ton beras bantuan Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara untuk masyarakat terdampak Covid-19...

Bupati Teken Kerjasama Pasokan Beras, Dipasok Paling Lambat Pertengahan Ramadhan

LENTERA MALUT -- Pemda Pulau Taliabu akan menyuplai bahan pokok berupa beras sebanyak 337 ton atau 337.740 kilogram dari salah satu pabrik beras di...

Utamakan Kepentingan Daerah, Bupati Pultab ke Toili-Jakarta Mengurus Sembako dan Alkes

LENTERA MALUT - Keberangkatan Bupati Pulau Taliabu (Pultab), akhir pekan lalu, bukan ingin lepas tanggungjawab. Orang nomor satu di pemkab Pulau Taliabu itu, berangkat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...
- Advertisement -
- Advertisement -