oleh

Meilani Bocah Penderita Down Syndrome Tutup Usia

HALBAR, LENTERA.CO.ID – Setelah menjalani perawatan medis di RSUD Jailolo Kabupeten Halmahera Barat (Halbar) selama kurang lebih 20 hari, Bocah Meilani Bet yang baru berusia 1 Tahun 6 Bulan, warga Desa Lakoakediri Kecamatan Sahu, penderita penyakit Down Syndrome (Kelainan Jantung sejak awal kehidupan) dan gizi buruk akhirnya tutup usia di RSUD Jailolo, Sabtu 1Desember 2018 malam tadi.

Sebelumnya, Almarhumah sempat dirujuk ke RSUD Ternate guna dilakukan pemeriksaan dan diaknosa penyakit yang diderita, selanjutnya dikembalikan ke RSUD Jailolo untuk dilakukan perawatan lanjutan, sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Orang tua Bocah penderita Down Syndrome, Bet kepada lentera.co.id mengakui bahwa untuk mengatasi penyakit anaknya, Pemda Halbar berencana membawa ke Jakarta guna penanganan yang lebih intensif, tetapi maskcaih menunggu perkembangan berat badannya hingga mencapai 9 kilo gram (kg).

“Tetapi berat badan bocah Meilani baru mencapai 5,6 kg setelah mendapat obat dari dokter di RSUD Ternate, anakku sudah meninggal dunia,” kata Bet, ayah Bocah Meilani saat dikonfirmasi reporter.

Lanjutnya, kami juga sempat meminta rawat jalan untuk Meilani, tetapi belum diperbolehkan oleh petugas RSUD dengan alasan Meilani masih perlu dirawat, nanti berat badannya sudah mencapai 9 kg, selanjutnya baru selanjutnya bisa dibawa pulang.

Dirut RSUD Jailolo Dr. Syafrullah Radjilun, ketika dikonfirmasi dirumah duka, mengakui, penanganan yang dilakukan pihak RSUD sudah intensif dan terkait dengan rujukan ke mana, itu tidak masalah.

“Kalau terkait dengan keterlambatan rujukan itu bagaimana, nanti besok baru dikonfirmasi langsung kepada dokter yang menanganinya,” ujar Dr. Ula sapaan akrab Dr RSUD Jailolo.

Terpisah itu, Kapala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Halbar, Rosfincen Kalingit, mengatakan, pada prinsipnya uang pengobatan sudah ada, namun terkait dengan rujukan itu rananya dokter.

Sementara itu, Dokter Ika yang menangani bocah Meilani, mengatakan kepada awak media mengatakan sebelumnya, pasiennya (Meilani) menderita itu disebut panyakit  Down Syndrome (Kelainan jantung sejak awal kehidupan) dan gizi buruk. ” Dan Kita harus rujuk ke Ternate, sebab disini masi kekurangan fasilitas,” cetusnya.

Sekedar diketahui, jasad bocah Meilani kini disemayamkan dirumah orang tuanya di Desa Lakoakediri, dan rencana akan di kebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa setempat.

Rep/Chull

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News