oleh

Bupati Halsel Dituding Berbohong Soal Harga Kopra

Pernyataan Bupati Halsel Bahrain Kasuba, Terkait Harga Kopra Rp. 4.000,_ Dinilai Oleh Pedagang dan Mahasiswa Sebagai Pernyataan Yang Tidak Berdasar dan Merupakan Pembohongan Publik”

HALSEL, LENTERA.CO.ID – Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Bahrain Kasuba mengeluarkan pernyataan bahwa harga kopra di Halsel saat ini sudah naik mencapai Rp 4.000,_ per kilogram, dari harga sebelumnya Rp 2.000,_per kilogram.

Hal ini disampaikan Bupati ketika berbagai elemen yang ada di Halmahera Selatan melakukan aksi di depan kantor Bupati Halmahera Selatan, menuntut Pemerintah Derah (Pemda) untuk segera mengatasi permasalahan anjloknya harga kopra pada tanggal 28 November 2018 kemarin.

Senada dengan pernyataan Bupati, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Sofyan Bachmid saat dikonfirmasi, mengatakan jika harga kopra saat ini memang sudah mencapai Rp 4.000,_ per kilogram. Bahkan Sofyan mengatakan kepada awak media untuk dicek sendiri pada penerima atau pembeli kopra.

Menerima tantangan tersebut reporter lentera.co.id melakukan pengecekan terhadap salah satu pembeli kopra, Tomi (32) yang ada di Halmahera Selatan. Menurutnya harga kopra Rp 4.000,_ perkilo yang disampaikan oleh Bupati Bahrain tidak selamanya berada dalam posisi stabil.

Tomi menjelaskan bahwa Setiap hari harga Kopra di Halsel bisa mengalami fluktuasi harga. Bahkan bukan naik dari Rp 4.000,_ malah sering turun dari harga tersebut.

Ia mengatakan kalau saat ini dirinya menerima kopra dengan harga Rp 3.500 per kilogram. Namun tidak menutup kemungkinan harganya bisa turun sewaktu-waktu.

“Setiap hari harga kopra itu bisa berubah-berubah. Malah kami bisa menerima dengan harga yang relative murah,” Ujarnya saat ditemui reporter Lentera pada Jumat 30 November 2018.

Bahkan Tomi, mengungkapkan bahwa sangat sedikit pembeli kopra yang membeli kopra dengan harga Rp. 4.000,_ per kilo. “Bahkan bisa dihitung dengan jari” ungkapnya.

Tambahnya, pembeli kopra yang satu dengan lainnya berbeda-beda dalam menetapkan standar harga.

“Harga Rp 4.000,_ itu tidak merata di seluruh Halsel. Bahkan ada yang menerima dengan harga yang sangat murah,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Arismunandar, salah satu mahasiswa asal Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, saat diwawancarai awak media mengatakan bahwa harusnya pemerintah jangan mengambil sampel di seputar Labuha saja soal naiknya harga kopra. Pemerintah harus lihat di wilayah-wilayah lain juga sehingga pernyataan berdasarkan data yang akurat.

“Produksi kopra terbesar di Halmahera Selatan itu ada di Gane Timur dan Gane Barat, bukan di Labuha,” jelasnya.

Lebih jauh lagi, Arismunandar mengatakan sementara ini harga kopra di Gane sendiri tidak seperti yang diperkirakan atau dinyatakan Bupati dan Kadis pertanian tersebut. Harga kopra di Gane Timur rata-rata hanya Rp 2.000,_ per kilogram.

Ia juga mengatakan harusnya Bupati Bahrain dan Kadis Pertanian tidaklah gegabah dalam mengeluarkan pernyataan, bahkan cenderung memberikan keterangan bohong kepada masyarakat.

“Masyarakat butuh pemipin dan perangkat yang bekerja untuk rakyat. Bukan membohongi rakyat,” tutupnya.

Rep/Fahmi

FAHMI MUHAMMAD adalah Reporter Lentera.co.id sekaligus kontributor dan Pembimbing Om Desa yang bertugas di Kabupaten Halmahera Selatan (HALSEL), Maluku Utara.

Tentang Penulis: Reporter HALSEL, Fahmi MUHAMMAD

Reporter HALSEL, Fahmi MUHAMMAD
FAHMI MUHAMMAD adalah Reporter Lentera.co.id sekaligus kontributor dan Pembimbing Om Desa yang bertugas di Kabupaten Halmahera Selatan (HALSEL), Maluku Utara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News