oleh

Kedatangan Hatari Bikin Pertandingan Dihentikan, Ketum Poram Mareku Geram

TIDORE, LENTERA.CO.ID – Final Gurabati Open Turnamen (GOT) antara Poram Mareku dan Rido Pratama pada babak ke dua yang baru berlangsung 15 menit ini, mendadak dihentikan wasit. Pluit wasit menghentikan pertandingan ini bukan lantaran water break akibat cuaca atau soal rasisnya penonton. Namun, kedatangan calon Anggota DPR-RI, Dr. Ahmad Hatari,SE.MSi. Hal ini membuat Ketua Umum Poram Mareku, Hi Umar Ismail, geram dan angkat bicara.

“Kalu cuma hanya seorang Hatari datang untuk menghentikan pertandingan, berarti sungguh luar biasa,” katanya dengan nada geramnya saat di temui sejumlah wartawan sekira pukul 06.23 WIT pada Minggu, 25 November 2018 di Stadion Gurabati, Kota Tidore Kepulauan.

Umar menilai, GOT merupakan turnamen yang mendapat perhatian serta pengawasan khsus bahkan menjadi agenda dari PSSI. Itu sebabnya, menghentikan pertandingan yang sementara berlangsung harus memenuhi syarat semisal cuaca yang tidak mendukung atau situasi lapangan yang tidak kondusif.

Tak hanya Umar, sesepuh Poram Mareku, Anshar Gunawan, menambahkan bahwa semangat fair play (Permainan Yang Adil) dalam pertandingan tidak bisa dirusaki hanya karena seorang pejabat datang

“Kami hari ini menyatakan protes untuk membangun fire play secara bersama, even pertandingan grand final melibatkan semua, termasuk emosi pemain, emosi para pendukung dalam semangat sepakbola kemudian di rusaki hanya karena panitia melakukan pengkultusan terhadap seseorang yang menurut kami tidak penting dalam pertandingan sepakbola,” ujarnya.

Sebagai bentuk fire play, Ko Anca sapaan akrab Anshar Gunawan mengucapkan selamat terhadap pemenang (Rido Pratama) serta berharap agar turnamen GOT selanjutnya tidak terjadi lagi.

“Dengan semangat yang sama, kami mengucapkan selamat kepada pemenang, tapi ketika tidak naik di podium terima hadiah, PORAM, Sebuah Organisasi besar yang cukup lama berguluti di dunia sepak bola menyatakan protes. Kedepan, siapapun dia di even Internasional bahkan di even nasional seorang presidenpun belum pernah atau bahkan tidak bisa menginterfensi pertandingan yang sementara berlangsung,” harapnya.

Protespun juga datang dari Pelatih Kepala Poram Mareku, Kurniawan. Menurutnya, Poram merasa dirugikan disaat tensi pemain yang sementara naik tiba-tiba turun hanya karna seorang pejabat melintasi dalam lapangan pertandingan.

“pertandingan semntara berjalan, tensi tim lawan kan sudah drop, sementara tim kami masi punya semangat untuk mencetak gol, malah dihentikan, dan itu berdampak pada emosi pemain yang harus memacu emosinya lagi,” ungkapnya.

Red: Irwan

Download Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

News