oleh

Opini: FILANTROPI KESENIAN

Oleh: Bahtiar Hairullah
Pemerhati Kebudayaan/Dosen Ilmu Budaya Universitas Khairun

Kesenian
Kesenian adalah karya cipta manusia yang merupakan wujud dari ekspresi penghayatan manusia dengan latar belakang kehidupannya, pandangan-pandangannya, lingkungan hidup dan kebudayaan atas sesuatu yang merangsang kepekaan daya ciptanya. Artinya, bahwa seni itu sangat sesitif dan sangat dekat dengan lingkungannya. Selain itu, terdapat interaksi sosial antara kesenian dengan masyarakatnya.

Bangsa ini memiliki tradisi berkesenian sejak sebelum menyatakan diri sebagai bangsa. Kesenian dan karya seni ketika itu lahir sebagai ungkapan ekspresi spiritualitas kepada Sang Pencipta.

Sementara, sebagian seniman yang memiliki kepekaan luar biasa pada nilai-nilai kehidupan, karya seni sekaligus merupakan wujud dari kepedulian manusia dan seluruh alam ciptaannya. Oleh karena itu, dari peninggalan seni, kita dapat belajar mengenai spiritualitass perjalanan suatu lingkungan masyarakat dan bangsa, serta cerminan nilai dan kehidupan dari lingkungan di mana seniman berkreasi di tengah masyarakat.

Foto: Dokumentasi Pribadi / Bahtiar Hairullah

Sejalan dengan hal tersebut, bahwa kesenian merupakan salah satu kebutuhan manusia yang tergolong dalam kebutuhan integratif yaitu manikmati keindahan, mengekspresikan dan mengungkapkan perasaan keindahan. Dengan seni, seniman memberikan, menyalurkan, memindahkan perasaannya kepada orang lain, sehingga orang tersebut dapat menerima peresaan seniman dengan kondisi yang sama. Dengan sendirinya, kalau karya seni seorang seniman hanya dapat diterima oleh satu orang, belum tentu bisa diterima oleh orang lain, maka karya itu bukan karya seni. Makin luas jengkauan peneriamaannya, maka makin besar karya seni tersebut.

Untuk memahami bahwa perlu adanya suatu kelompok seni di satu daerah, maka kita perlu juga mengetahui peran dan fungsi dari komunitas seni tersebut. Sudah barang tentu, yang menjadi fokus utama pada sebuah komunitas adalah para seniman/anggota komunitas tersebut.

Seorang seniman memang akan menampakkan ciri-ciri kepribadiannya yang mandiri dan khas, yakni berapa besar dan asli bakatnya, seberapa jauh ketrampilan teknik seninya, dan bagaimana ia memperlakukan unsur-unsur bentuk seni tadi dalam caranya yang unik dan asli. Selain itu, seorang seniman harus dikenal lewat gaya isi, yakni pilihan objek seninya, caranya memandang objek, kedalaman pandangannya tentang obejk, sikapnya terhadap objek dan lainnya.

Minat Kaum Muda Terhadap Kesenian
Dewasa ini, minat kaum muda terhadap kesenian di Ternate makin maningkat. Hal ini terlihat dari munculnya beberapa komunitas seni yang fokus pada seni pertunjukan dan beberapa jenis seni lainnya. Sudah sekitar 30 komunitas seni telah dibentuk di Kota Ternate, baik itu komunitas seni tari, teater, lukis dan lainnya. Ketertarikan orang untuk mencari wadah ekspresi makin meningkat. Seperti halnya dengan komunitas lain, munculnya sebuah komunitas seni akan bermanfaat kepada para anggotanya. Komunitas sebagai media penyebaran informasi, sebagai media untuk menjalin relasi/hubungan antarsesama anggota komunitas yang memiliki bakat seni yang sama.

Ketakutan saya akan maraknya komunitas seni ini adalah melihat seni sebagai aset dalam pasar bebas di masa depan. Artinya bahwa di dalam pasar bebas, seni budaya kita merupakan aset yang tidak dapat diditeksi melalui apa pun. Sebab, memiliki nilai yang sangat tinggi. sehingga perlu ada pemahaman kembali mengenai seni itu sendir.

Seni bukan hanya dipandang sebgai sebuah pertunjukan tanpa melihat nilai yang terkandung di dalamnya. Seni memang wujud terindah yang diciptakan. Tetapi yang disebut seni itu berada di luar benda seni, sebab seni itu berupa nilai. Apa yang disebut indah, baik, adil, sederhana, dan bahagia itu adalah nilai. Apa yang disebut indah, dapat tidak indah bagi orang lain. Nilai yang dimaksudkan adalah yang sifatnya subjektif, yaitu berupa tanggapan individu terhadap sesuatu berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya.

Seni Bagian dari Kebudayaan
Bagaimana pun juga, kesenian memiliki keterkaitan erat dengan kebudayaan setempat. Kesenian merupakan penjaga nilai kebudayaan. Apabila fungsi tersebut hilang karena kesenian hanya menjadi hiburan semata, maka kebudayaan lingkungan pun sulit dipertahankan. Kesenian merupakan unsur yang tak terpisahkan dari suatu kebudayaan. Artinya, kesenian yang menjadi identitas suatu suku bangsa merupakan suatu bentuk pertahanan diri dalam lajunya arus globalisasi.

Seni merupakan sebuah ungkapan budaya atau wahana untuk menyampaikan nilai-nilai budaya dan perwujudan norma-norma estetik yang berkembang sesuai dengan zaman, dan wilayah dimana bentuk seni itu tumbuh dan berkembang, lalu menjadi kebutuhan manusia.

Dimana, salah satu kebuthan manusia yang tergolong dalam kebutuhan integrative yakni kebutuhan menikmati keindahan. Kebutuhan ini muncul disebabkan adanya sifat dasar manusia yang ingin mengungkapkan jati dirinya sebagai makhluk hidup yang bermoral, berselera, berakal dan berperasaan. Dan kebutuhan estetika yang serupa dengan pemenuhan kebutuhan primer dan sekunder yang dilakukan manusia melalui kebudayaannya. Dalam memenuhi kebutuhan estetika ini, kesenian menjadi bagian dari integral yang tak terpisahkan dari kebudayaan.

Berangkat dari pemahaman di atas, bahwa kesenian merupakan unsur yang tak terpisahkan dari suatu kebudayaan, maka seni akan menjadi sebuah identitas dari suatu masyarakat. Identitas suatu masyarakat tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan masyarakat tersebut. Ciri budaya masyarakat dapat terlihat dari kesenian tradisional yang dimilikinya karena karakter dan filosofi hidup masyarakat.

Jika suatu kesenian yang berasal dari akar budayanya yang telah punah, maka masyarakat itu akan kehilangan identitasnya. Sangat disayangkan apabila hal ini terjadi di Negeri ini, karena tanpa ciri tersendiri berarti masyarakat kita akan kehilangan identitas dan karakternya sebagai sebuah bangsa.

Saat ini, seni pertunjukan tradisional di Indonesia khususnya di Maluku Utara tidak terlalu dikenal dan dikembangkan oleh masyarakatnya. Salah satu penyebabnya adalah kurang berkembangnya seni pertunjukan tradisional dan jumlah ruang pertunjukan yang sedikit serta ruang pertunjukan yang ada kurang representatif baik dari segi konsep, fungsi, maupun estetika. Oleh karena itu, perlu adanya banjar atau Balai Budaya dan Dewan Kesenian.

Balai Budaya
Bukan tidak mungkin apabila Balai Budaya dibangun dan menjadi milik masyarakat, di mana kepentingan-kepentingan dapat disalurkan. Lewat Balai Budaya, mereka dapat menyaksikan suatu bentuk kesenian, atau budaya asli yang dilandasi oleh spiritualitas dan nilai yang tetap hidup di dalam masyarakat.

Lalu, mungkinkah pemerintah membuat Balai Budaya semacam ini, dalam rangka mengakomodir munculnya komunitas seni yang semakin banyak jumlahnya. Jika Balai Budaya dapat dipenuhi oleh pemerintah dan dapat dibangun, maka rakyat diberikan kesempatan untuk mengelola Balai tersebut. Sehingga mereka bebas mengekspresikan kepentingan berkesenian mereka. Apabila Balai didirikan dan dikelola oleh pemerintah, maka rakyat/komunitas biasanya hanya menjadi pelaksanaan saja.

Idealnya, sebuah Balai Budaya didirikan oleh pemerintah dan dikelola masyarakat di mana Balai itu didirikan. Balai Budaya ini terbuka bagi siapa pun dan dibebaskan dari membayar berbagai macam iyuran. Apabila hal ini dilakukan, niscahya kebudayaan masyarakat akan berkembang dan kesenian rakyat akan memiliki spiritualitasnya kembali. Oleh karena itu, Balai Budaya merupakan strategi untuk mendorong terjadinya proses cross culture yang sangat bermanfaat untuk hidup dan berkembangnya budaya lokal.

Dewan Kesenian
Dewan kesenian adalah sebuah lembaga kesenian yang dibentuk oleh masyarakat seni dan diresmikan oleh kepala Daerah setempat. Dewan Kesenian adalah wadah untuk para seniman agar memberikan masukan pada kebijakan pemerintah. Bukan peminta jatah untuk melaksanakan program pemerintah.

Dewan Kesenian bermitra dengan pemerintah untuk turut merumuskan perencanaan kebijakan dan mendukung kegiatan kesenian yang ada di daerah ini. Artinya, orang-orang yang nantinya akan bergabung dalam DKT (Dewan Kesenian Ternate) adalah mereka yang memahami betul tentang Tari, Teater, Seni Rupa, Sastra, Film, Musik, dan Kebudayaan Ternate secara universal. Selain itu, dewan Kesenian juga bukan rekomendasi pemerintah, sehingga tidak membawa pesan-pesan pemerintah.

Kehadiran Dewan Kesenian di Ternate sangat penting, guna menjadi payung yang bisa mengayomi masyarakat seni/komunitas seni agar kesenian yang dihasilkan oleh seniman lebih bermutu. Selain itu, Memahami substansi kinerja untuk mendorong para seniman dan komunitas seni mengembangkan kreaktivitas dalam hal ini penciptaan karya seni, menciptakan karya seni yang berkualitas untuk masyarkat/penikmat seni, serta memelihara kesenian di Ternate dan Maluku Utara secara umum.

Adanya Dewan Kesenian untuk meningkatkan, mengembangkan, menampung pesan, pembangunan kesenian dan meningkatkan pembinaan serta pengembangan kesenian sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku seni.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News