oleh

MTs. Nursyafaat di Tutup, Roslan Konoras Menghilang

Guru Honorer: Ternyata pihak Yayasan hanya memberikan semangat dengan seribu janji, tidak ada implementasi yang nyata sampai sekarang

HALSEL, LENTERA.CO.ID – Sejumlah Guru Honor yang mengajar di Yayasan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nursyafaat di Desa Tanjung Jere, kec. Gane Timur, Halmahera Selatan, terpaksa berhenti mengajar karena merasa di bohongi oleh pihak Yayasan.

Sebelumnya, Yayasan (MTs) Nursyafaat ini dioperasikan di awal tahun 2017 lalu, dengan 3 orang tenaga pengajar Tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengampuh seluruh pelajaran di sekolah tersebut.

Baca Juga: Tidak Ada Guru, Siswa Ditelantarkan Yayasan

Yayasan yang di asuh oleh Roslan Konoras ini, telah mengumbar janji kepada ketiga Guru honor tersebut untuk di kuliahkan jarak jauh karena berdasarkan Surat keputusan (SK), dan didalam SK tersebut yang di keluarkan pihak Yayasan, guru honor akan di berikan upah senilai Rp.250.000 per bulannya.

Namun, sampai kini, dan bahkan di awal bulan Oktober 2018 kemarin, hingga Yayasan tersebut harus di tutup karena siswanya telah pindah di sekolah lain. Tragisnya lagi, pihak Yayasan juga mengabaikan problem yang menimpa MTs tersebut.

Menurut salah satu Guru Honor MTs Nursyafaat, Suntia Abdullah, kepala Lentera Online, pada 5 Oktober 2018, saat di sambangi di rumahnya, mengatakan bahwa janji pihak Yayasan terkait SK kuliah jarak jauh dan gaji honor tersebut akan di informasikan segera dan sebagai jaminannya ialah gaji honorer selama mengajar.

“Ternyata pihak Yayasan hanya memberikan semangat dengan seribu janji, tidak ada implementasi yang nyata sampai sekarang” ucap Suntia.

Selain itu, menurutnya, upah mereka pernah di berikan senilai Rp.250.000, dan itu hanya di waktu awal bertugas saat awal Yayasan dioperasikan.

Suntia mengakui, bahwa mereka sangat semangat saat mengajar, namun di karenakan tidak di tunjangi dengan fasilitas belajar mengajar, dan tidak pernah di perhatikan pihak Yayasan sampai MTs ditutup, kedua temannya terpaksa harus terlebih dahulu memutuskan untuk berhenti mengajar karena bosan menunggu janji dari pihak Yayasan.

Baca Juga: Tidak Ada Guru, Siswa Ditelantarkan Yayasan

“Kami mengajar, tapi kalau tidak di berikan honor, tidak ada faedahnya, siapa yang mau, apalagi kami bukan lagi bujang, kami sudah menikah,” ujar Surtila M.Ali, mantan guru honor yang lebih dulu memutuskan tinggalkan Mts tersebut.

Kini, MTs yang menggunakan gedung Sekolah Dasar (SD) Negeri 147 Halmahera Selatan di Desa Tanjung Jere, dalam proses belajar mengajar itu, telah di tutup.

Hingga berita ini di terbitkan, Kepala Yayasan, MTs Nursyafaat, Roslan Konoras, tidak pernah mengangkat telepon saat di hubungi reporter Lentera.

Rep/Ajun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News