oleh

Pemkab Halbar Didemo KPPKL Halbar dan Pedagang

HALBAR, LENTERA.CO.ID – Terkait dengan adanya pembangunan pasar rakyat Jailolo oleh Pemerintah Kabupeten Halmahera Barat (Halbar) melalui Dinas Perindustria Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Halbar, diatas lokasi Terminal Jailolo di Desa Gofasa Kecamatan Jailolo, dinilai Komunitas Peduli Pedagang Kaki Lima (KPPKL) Halbar tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat Halbar pada umumnya.

PPKL menilai adanya pembangunan pasar rakyat Jailolo yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat Halbar tersebut karena menghilangkan salah satu ikon Kota Jailolo, dalam hal ini Terminal Jailolo. KPPKL yang dikoordinir oleh Sofyan H. Hattab bersama puluhan pedagang lainnya melakukan demo didepan kantor Bupati Halbar, Selasa 6 November 2018.

Sekertaris KPPKL Udin Bakar mengatakan, terminal merupakan salah satu sarana pendukung dalam meningkatkan perekonomian masyarakat terutama para pedagang, dan juga menjadi salah satu elemen yang sangat penting untuk ditata guna menunjang kelangsungan aktifitas dan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat khususnya Jailolo dan umumnya Kabupatan Halbar.

“Tetapi nyatanya terminal yang hanya satu – satunya milik ibukota Halbar ini tidak lagi difungsikan dan diduga ada keinginan Pemkab Halbar mengalihfungsikan dengan penjelasan yang tidak jelas,” katanya.

Lanjut Udin, Akibat dari itu semua jalur transportasi tidak tertata, parkiran dan antrian angkutan umum berserakan dimana-mana. Kita bisa temui antrian angkutan di depan lapangan Sasadu lamo, Pasar Akelamo, dan Pelabuhan jailolo.

“Sementara Bapak Bupati Kabupaten Halmahera Barat sibuk dengan pencitraan, MoU ke MoU yang tidak ada hasilnya, lobi dan berkantor di Jakarta yang pada akhirnya menghasilkan utang daerah Rp.159,5 miliar,” kata UB.

Olehnya itu, kami KPPKL bersama pedagang, mendesak kepada Pemkab Halbar secepatnya mengembalikan lokasi terminal kecamatan jailolo sebagai sarana tranportasi darat di Halbar, dan segera mungkin memfungsukan terminal Jailolo sebagai sarana penunjang usaha para pedagang di pasar Jailolo.

” Pemkab Halbar juga harus bertanggung jawab atas lesuhnya pasar jailolo saat ini yang bermuarah pada menurunnya pendapatan para pedagang yang saat ini dirasakan,” ucapnya.

Tambahnya lagi, jika tuntutan kami tidak di indahkan, maka kami akan mengkinsolidir para pedagang dan masyarakat untuk memboikot pembangunan pasar jailolo yang di bangun di atas terminal pasar Jailolo pada saat ini.

Usai menyampaikan orasi, para pendemo melakukan hering bersama Pemkab Halbar yang diwakili oleh Sekda Halbar, Syahrir Abd Radjak, dilobi lantai I kantor Bupati Halbar.

“Tuntutan dari para pedagang ini sudah kami tampung, dan akan kami sampaikan kepada Bupati Halbar. juga akan melakukan penertiban para pedagang khususnya pedagang ikan yang berada di samping panggung FTJ,” terangnya.

Setelah mendengar penyampaian Pemkab Halbar, masa aksi membubarkan diri dan melanjutkan aksi mereka di depan Kantor DPR Halbar.

Rep/Chull

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News