22 Bulan Gaji Pegawai RSJ Sofifi Enggan Diberikan Kadis

BERITA TERKAIT

Penanganan Covid-19, MHB Usul Pakai SPPD Anggota DPRD

LENTERA MALUT -- Pimpinan Fraksi Partai Golkar, DPRD Provinsi Maluku Utara, Muhammad Hasan Bay (MHB) mengusulkan kepada pimpinan dan...

Wakil Komisi I DPRD Haltim Apresiasi Kerja Keras Tim Medis Dalam Penanganan Covid-19

LENTERA MALUT - Wakil Komisi I DPRD Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhammad Tomagola mengapresiasi kerja keras tim medis yang...

Penanganan Covid-19, TNI-Polri Lakukan Patroli Perdana

LENTERA MALUT -- Patroli Malam Perdana yang dilakukan oleh Satgas Kecamatan Weda bersama Koramil 1505-02/Weda dan Polsek Weda Kabupaten...

Kadis Kesehatan mengaku kepada Gubernur dan Sekda bahwa telah membayar selama 3 bulan pada tahun 2017, akan tetapi faktanya tidak dilakukan pembayaran sama sekali.

TERNATE LENTERA.CO.OD – 27 orang pegawai kontrak di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sofifi hampir 2 tahun ini belum menerima Gaji, terhitun 22 bulan sejak tahun 2017 lalu hingga tahun 2018 ini. Diduga, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara (Malut) enggan membayar hak 27 pegawai di RSJ tersebut.

“Upaya yang sudah kami lakukan dengan mendatangi bapak Gubernur Maluku Utara sebanyak 3 kali dan saat itu pak gubernur langsung telpon kepada kepala Dinas Kesehatan untuk membayar, tetapi kepala dinas hingga kini belum membayar juga,” kata salah satu tenaga medis RSJ Sofifi yang namanya tak mau dipublikasikan, saat ditemui lentera online, Kamis 25 Oktober 2018.

Menurutnya, saat bertemu gubernur di kediaman maupun di kantor, telah memberikan perintah kepada Kadis Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Idhar Sidi Umar, akan tetapi tidak juga ditindaklanjuti, sehingga gubernur langsung perintahkan agar sekertaris daerah (Sekda) Provinsi Maluku Utara untuk mengurusnya.

“Saat pak sekda telpon ke pak Kadis untuk menanyakan apakah anggaran RSJ sudah dimasukan dalam APBD, pak Kadis menjawab sudah dianggarkan, tapi kami herang kenapa sudah dianggarkan tetapi belum dibayarkan juga,” ujarnya.

Bahkan menurutnya, Kadis Kesehatan mengaku kepada Gubernur dan Sekda bahwa telah membayar selama 3 bulan pada tahun 2017, akan tetapi faktanya tidak dilakukan pembayaran sama sekali.

“Dia (kadis) bilang sudah bayar 3 bulan, dan sisanya akan dibayar hingga tahun 2018 ini, janjinya selama 2 minggu ini akan dilakukan pencairan akan tetapi hingga kini belum juga ada,” ungkapnya.

Tak hanya mendatangi Gubernur dan Sekda, mereka juga telah mendatangi rumah Idhar Sidi Uamr di Kelurahan Jati, akan tetapi Idhar selalu mangkir dan tidak mau ketemu dengan pegawai di RSJ.

“3 kali kami ke rumah pak Kadis tetapi selalu tidak bisa ketemu,” sesalnya.

Diketahui, 27 pegawai RSJ ini terikat kontrak dengan Dinkes Malut dengan besaran gaji untuk tenaga medis lulusan strata 1, sebesar Rp 2.700.000 dan tenaga medis lulusan diploma III dengan besaran gaji Rp 2.210.000.

Sampai berita ini diterbitkan Kadis Kesehatan Provinsi Maluku Utara belum dapat dikonfirmasikan.

Red/Hana

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA TERKINI

Penanganan Covid-19, MHB Usul Pakai SPPD Anggota DPRD

LENTERA MALUT -- Pimpinan Fraksi Partai Golkar, DPRD Provinsi Maluku Utara, Muhammad Hasan Bay (MHB) mengusulkan kepada pimpinan dan...

Wakil Komisi I DPRD Haltim Apresiasi Kerja Keras Tim Medis Dalam Penanganan Covid-19

LENTERA MALUT - Wakil Komisi I DPRD Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhammad Tomagola mengapresiasi kerja keras tim medis yang berada di garda depan dalam...

Penanganan Covid-19, TNI-Polri Lakukan Patroli Perdana

LENTERA MALUT -- Patroli Malam Perdana yang dilakukan oleh Satgas Kecamatan Weda bersama Koramil 1505-02/Weda dan Polsek Weda Kabupaten Halteng di dalam Kota Weda...

Penanganan Covid-19, Anggota DPRD Halteng ini Lontarkan Kritik dan Saran kepada Pemprov Malut

LENTERA MALUT -- Langkah Forkompinda, Pemda Provinsi Malut yang tidak mau melakukan karantina wilayah dalam rangka pencegahan dan penyebaran Corona Virus atau Covid19, mendapat...

Proyek Air Bersih Sebesar 7 Miliar di Haltim Ugal-Ugalan

Ketua Karangtaruna: Anggaran sebesar 7 miliar tidak cukup, itu sangat tidak rasional LENTERA MALUT - Proyek pekerjaan pembangunan jaringan air bersih di tiga Desa Foli,...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...