oleh

Ketua KPUD Halbar: DPT PSU 6 Desa Itu Head to Head

HALBAR, LENTERA.CO.ID – Terkait perbedaan data hasil Pencocokan dan penelitian (Coklit) daftar pemilih tetap (DPT) pemungutan suara ulang (PSU) di enam Desa, Kecamatan Jailolo Timur (Jaltim) pada Pilgub Malut 2018, oleh KPU Kabupeten Halmahera Barat (Halbar) ditemukan selisih data dengan data perekaman e-KTP yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Halbar, sebanyak 789 jiwa.

Data hasil coklit KPU Halbar yang dilakukan Panitia Pemutakhiran data pemilih (PPDP) sebanyak 2.618 jiwa, sementara data perekaman e-KTP di Dukcapil Halbar sebanyak 3.400 jiwa.

Ketua KPU Halbar Abjan Raja, ketika dikonfirmasi terkait perbedaan tersebut, mengatakan DPT PSU 6 desa yang dimiliki pihaknya, berdasarkan hasil coklit.

“Coklit yang dilakukan juga diperoleh melalui Head to Head, atau dari rumah ke rumah melalui PPDP,” kata Abjan kepada wartawan, usai mengikuti Rakor sosialisasi Pengawasan Kampanye Pemilu, yang digelar Bawaslu Halbar, di villa Gaba Desa Guaemaadu Kecamatan Jailolo, Kamis 11 Oktober 2018 tadi.

Pertanyaan sekarang, kata Abjan, apakah data yang dimiliki Dukcapil atau atau KPU Halbar yang benar. “Kami (KPU) tetap berpegang dan akan mengunakan data (DPT) hasil coklit,” cetusnya.

Ia menambahkan, sebagaimana penyampaian KPU provinsi Malut itu, PSU di Sanana dan Taliabu berbeda dengan 6 Desa, karena PSU Sanana dan Taliabu, warga yang terdaftar dalam DPT yang bisa mencoblos. Sementara untuk warga 6 Desa, walaupun tidak terdaftar dalam DPT, dapat menyalurkan hak suaranya.

“Jadi, warga di 6 Desa yang belum terdaftar dalam DPT PSU itu dapat melakukan pencoblosan dengan mengunakan e-KTP atau suket,” ujarnya.

Red: Chull

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News