Peringati HTN, Mahasiswa Gelar Beragam Kreativitas di Kampus

BERITA TERKAIT

Penanganan Covid-19, MHB Usul Pakai SPPD Anggota DPRD

LENTERA MALUT -- Pimpinan Fraksi Partai Golkar, DPRD Provinsi Maluku Utara, Muhammad Hasan Bay (MHB) mengusulkan kepada pimpinan dan...

Wakil Komisi I DPRD Haltim Apresiasi Kerja Keras Tim Medis Dalam Penanganan Covid-19

LENTERA MALUT - Wakil Komisi I DPRD Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhammad Tomagola mengapresiasi kerja keras tim medis yang...

Penanganan Covid-19, TNI-Polri Lakukan Patroli Perdana

LENTERA MALUT -- Patroli Malam Perdana yang dilakukan oleh Satgas Kecamatan Weda bersama Koramil 1505-02/Weda dan Polsek Weda Kabupaten...

TERNATE, LENTERA.CO.ID – Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN) Kolektif Kota Ternate dalam Memperingati Hari Tani Nasional (HTN) yang jatuh pada 24 September ini, menyelenggarakan berbagai kegiatan di kampus STIKIP Kieraha, Universitas Muhamadiyah Maluku Utara dan Universitas Khairun Ternate, Senin 24 September 2018 sejalang siang tadi.

Pantauan lentera.co.id, kegiatan yang di gelar di STIKIP Kieraha, diantaranya Lapak Baca dan Booming selebaran, diskusi publik serta orasi mahasiswa di Universitas Muhamadiyah pada jam 03:00 wit. Sementara di Universitas Kahairu (Unkhair) Kampus II Ternate, kel. Gambesi, Ternate Selatan, menggelar mimbar bebas sambil membagi-bagikan selebaran dengan melibatkan sekolompok mahasiswa baru yang baru saja usai mengikuti masa Informasi dan Orentasi (inforient).

Ketua PEMBEBASAN Kolektif Kota Ternate, Fandi Pomsa, saat di temui reporter lentera menjelaskan bahwa pada Hari Tani Nasional (HTN) ini menggelar kegiatan-kegiatan di kampus guna untuk memberikan suatu pemahaman politik terhadap mahasiswa yang enggan terlibat dan menyuarakan problem bangsa, terutama terkait persoalan Petani.

“Terlebihnya petani yang ada di Maluku Utara, terutama di Galela yang sedang memperjuangkan hak tanahnya sebanyak 2000 hektare yang di rampas oleh korporasi, PT. KSO Capitol Casagro,” ungkap Fandi, saat di temui lingkungan Lapak Baca, STIKIP Kieraha Ternate, Senin 24 September 2018

Tambah Dia, bahwa persoalan petani adalah persoalan yang sangat urgent, sehingga perjuangan untuk mengembalikan semangat perlawanan kaum tani dalam melawan arus modal kapitalisme harus terus di seruhkan sehingga petani Indonesia, terutama di Maluku Utara sadar secara politik dan ekonomi demi kesejahteraannya

Menurut Fandi, penindasan yang di alami kaum tani adalah sikap tidak manusiawi, di lakukan pemerintah Indonesia terhadap rakyatnya sendiri sehingga kinerja pemerintahan dalam hal reforma agraria gagal secara prinsipil.

Dia Juga berharap dengan Kegiatan yang di selenggarakan di beberapa Universitas ternama yang ada di Kota Ternate ini mahasiswa semakin sadar dan terlibat memperjuangkan persoalan rakyat, termasuk masalah agraria yang berkaitan dengan konflik tanah antara petani dan pengusaha, penggusuran paksa, intimidasi dan pelanggaran-pelanggaran hak asasi terhadap petani.

Rep: Ajun

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA TERKINI

Penanganan Covid-19, MHB Usul Pakai SPPD Anggota DPRD

LENTERA MALUT -- Pimpinan Fraksi Partai Golkar, DPRD Provinsi Maluku Utara, Muhammad Hasan Bay (MHB) mengusulkan kepada pimpinan dan...

Wakil Komisi I DPRD Haltim Apresiasi Kerja Keras Tim Medis Dalam Penanganan Covid-19

LENTERA MALUT - Wakil Komisi I DPRD Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhammad Tomagola mengapresiasi kerja keras tim medis yang berada di garda depan dalam...

Penanganan Covid-19, TNI-Polri Lakukan Patroli Perdana

LENTERA MALUT -- Patroli Malam Perdana yang dilakukan oleh Satgas Kecamatan Weda bersama Koramil 1505-02/Weda dan Polsek Weda Kabupaten Halteng di dalam Kota Weda...

Penanganan Covid-19, Anggota DPRD Halteng ini Lontarkan Kritik dan Saran kepada Pemprov Malut

LENTERA MALUT -- Langkah Forkompinda, Pemda Provinsi Malut yang tidak mau melakukan karantina wilayah dalam rangka pencegahan dan penyebaran Corona Virus atau Covid19, mendapat...

Proyek Air Bersih Sebesar 7 Miliar di Haltim Ugal-Ugalan

Ketua Karangtaruna: Anggaran sebesar 7 miliar tidak cukup, itu sangat tidak rasional LENTERA MALUT - Proyek pekerjaan pembangunan jaringan air bersih di tiga Desa Foli,...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...