oleh

Kemenpora dan BKKBN Gelar Dialog Kirab Pemuda, ini kata Dr. Herman Oesman

TERNATE, LENTERA.CO.ID — Kerjasama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Kota Ternate gelar Dialog Pemuda dalam rangka Hirab Pemuda 2018 di zona Wilayah Indonesia Timur titik singgah Kota Ternate Provinsi Maluku Utara, di Hotel Veliya Kota Ternate, Kamis 20 September 2018.

Dari informasi yang dihimpun lentera.co.id, Dialog Hirap Pemuda Titik Singgah Ternate dihadiri oleh siswa siswi dan generasi muda dari berbagai Kabupaten Kota di Provinsi Maluku Utara serta beberapa perwakilan pemuda dari daerah lain di luar Provinsi Maluku Utara.

Dialog dengan tema “Peran Pemuda dalam Menyongsong Bonus Demografi” itu menghadirkan Sosiolog dan Akademisi Maluku Utara, Dr. Herman Oesman sebagai narasumber yang memaparkan rangkain materi terkait peran pemuda dalam memahami poros demografi.

“Dialog terkait peran pemuda ini adalah harapan besar agar pemuda dapat memahami bagaimana bonus demografi kedepan. Karena itu maka saya mungkin bisa mengambil kesimpulan bahwa mengapa ini dibuat dalam bentuk dialog, karena ini memberikan pemahaman, pengayaan, dan wawasan bagi mereka dalam rangka untuk bisa mereka tau persis apa yang mereka lakukan berkaitan dengan poros demografi itu.” Kata Herman, saat usai dialog kepada sejumlah awak media, di hotel Veliya Kota Ternate, Kamis 20 September 2018.

Bagi Herman Oesman, Kegiatan seperti ini sangat positif secara sosiologis, yakni bisa mengintegrasikan berbagai potensi anak-anak muda yang ada di berbagai daerah di Indonesia untuk berkumpul disini, sekaligus juga ini menjadi upaya untuk mempromosikan, kultur nilai yang ada di Maluku Utara. “Karena itu kegiatan ini juga bisa menjadi bagian untuk mempromosikan atau mengembalikan ulang kekuatan-kekuatan potensi yang dimiliki Maluku Utara,” tuturnya.

Selain itu, menurut Herman, keterlibatan siswa-siswi dalam rangka kirab pemuda ini adalah satu keharusan sebab mereka juga bagian dari pemuda yang harus mengetahui dan memahami tentang kiprah kirab pemuda.

Pemuda sendiri kata Herman, menjadi harapan cikal bakal pemimpin masa depan. Karena itu, untuk menghadapi tantangan kedepan dan problem pemuda terkait lapangan pekerjaan dan problem lainnya yang semakin berat dan kompleks, maka pemuda dari sisi etos perlu di tingkatkan dan diperkuat integritasnya.

“Maka dari sekarang, pemuda juga harus mempersiapkan potensi dirinya, lebih banyak belajar meningkatkan dimensi skil, mental dan moralnya dalam rangka menghadapi tantangan-tantangan tantangan-tantangan itu,” pungkasnya.

Terkait Hirab Pemuda, Herman mengatakan bahwa Program ini harus terus dilakukan dengan memperbaiki beberapa kekurangan-kekurangan disana-sini. Artinya bahwa kirab pemuda ini akan menjadi wahana yang positif dalam meningkatkan kapasitas kaum muda menghadapi tantangan yang akan dia hadapi.

Red: Ajun

Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *