oleh

Bimtek K3, Dwi: Ini Satu Keuntungan Terbesar Bagi Peserta

Direncanakan 60 orang, meningkat hingga sekitar 70 orang

TERNATE, LENTERA.CO.ID – Balai Jasa Kontruksi Wilayah Jaya Pura melaksanakan Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontruksi di Ball Room, Grand Dafam Bela Ternate pada Kamis, 20 September 2018.

Kegiatan tersebut menghadirkan Narasumber dari, Jakarta, Ambon, dan Maluku Utara yang meiliki keahlian soal Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Suasana Bimtek K3

Kordinator Balai Jasa Konstruksi Wilayah Maluku Utara (Malut), Dwi C Kurniawan kepada Reporter lentera Online, Kamis, 20 September 2018 mengatakan bahwa, tujuan dari kegiatan ini adalah pengembangan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang menuju pada UU Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, dimana semua kegiatan positif itu sifatnya Sif/aman. “Proyek proyek kecil paling tidak harus ada petugas K3. Sedangkan proyek besar harus ada ahli K3,” katanya.

“Bimtek ini diharapkan dapat menghasilkan dan lulus sebagai petugas K3, dimana petugas K3 ini skopnya tidak terlalu besar. Kalau proyek-proyek yang sifatnya berbahaya atau nilainya lebih tinggi, harus pakai ahli K3″.

Melalui Bimtek, Dwi berharap kepada seluruh pekerja proyek, bidang jasa konstruksi sudah harus punya perencanaan keselamatan kerja.

Lanjut Dwi, peserta Bomtek ini diajarkan cara membuat Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (RK3K) untuk Keselamatan Kerja Kontrak K3 agar proyek-proyek yang ada tidak copy paste dengan yang sudah ada. Sebab menurutnya, kebanyakan dari mereka copy paste dengan yang sudah ada. “Padahal yang ada dilapangan itu berbeda. untuk itu dengan Bimtek ini mereka bisa membuat rencana RK3K masing masing proyek mereka sendiri, agar tidak sama,” ujarnya. Lanjut dia, peserta Bimtek akan memiliki sertifikat petugas K3. “Kami kerjasama dari PJN yang pusatnya ada di Ambon, BPJN Ambon Maluku dan penguasa kontraktor dari Malut yang dikordinir oleh LPJK Provinsi Malut”.

Dwi menambahkan, kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari, terhitung Rabu 19-Jumat, 21 September 2018. “Hari pertama sudah di lakukan tes, hasilnya akan diperiksa, bila ada peserta yang mengulang, maka kita memberikan kesempatan kembali,” terang dia.

Kemudian, kata Dwi, bila memasuki hari kedua maupun hari ketiga juga mengalami hal yang sama, maka pihaknya belum bisa meluluskan. “Tapi, jika satu kali tes mereka lulus, nanti berita acara akan kita kirim ke pusat, dan sertifikat ini di keluarkan langsung Oleh Dirjen Konstruksi Kementerian Pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR),” tutur Dwi.

Ia mengatakan, Bimtek ini menjadi satu keuntungan terbesar bagi peserta dalam bidang konstruksi yang ada di Malut. Jumlah yang direncanakan 60 orang ini, meningkat hingga sekitar 70 orang. “Animonya Sangat tinggi, sehingga kami menambahkan,” tuturnya.

Selain materi K3K, besok pihaknya akan melakukan kunjungan lapangan untuk melihat satu tempat konstruksi yang menurut dia, penerapannya tampak baik.

“Semoga dengan Bimtek ini, kedepan nanti kami tinggal siap mengambil ditempat, tidak perlu lagi mengambil dari luar daerah,” harapnya.

Red: Hana

Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *