oleh

Launching dan Diskusi Buku pada Ulang Penulis, Elang: Buku Ini Sebuah Refleksi dan Ikhtiar Saya Sendiri

Semua ada Asbabun Nuzulnya

TERNATE, LENTERA.CO.ID –Launching dan Diskusi buku karangan Edi Langkara berjudul “Catatan Refleksi”, tepatnya pada ulang tahun penulis yang ke-52, Rabu, 12 September 2018 di Resto Hotel Batik. Doktor Abdurrahman Marasabessy, M.Ag, Doktor Herman Oesman M.si dan Doktor Muhlis Hafel, M.si tampil sebagai apresiator dan dimoderasi Doktor Fauna Alwy, SH.MH dalam forum yang dihadiri sejumlah kalangan, baik dari pengusaha, politisi, aktivis LSM, Mahasiswa, akademisi, PNS serta insan pers.

(Penulis, Edi Langkara yang juga Bupati Halteng saat memotong kue ulang tahunnya yang ke 52 jelang Diskusi dan Launching Buku: Catatan Refleksi)

Sekilas buku kumpulan tulisan Elang, sapaan karib Edi Langkara yang juga menjabat sebagai Bupati Halmahera Tengah ini diterbitkan di media cetak ternama di Maluku Utara ini, mengungkap kejujuran seorang politisi yang kritis terhadap kondisi sosial politik dan pemerintahan, baik di internalnya sejak masih dibangku wakil rakyat serta perspektifnya yang berskala nasional.

Apresiator dari seorang mantan Rektor IAIN Ternate, Doktor Abdurrahman Marasabessy, M.Ag mengatakan, dirinya mengakui baru pertama kali melihat seorang pejabat daerah (Elang dimasa menjabat anggota DPRD Provinsi Maluku Utara.red) mampu mengkritik realitas sosial politik yang ia amati sekaligus membangun otokritik ditubuh parlemen itu sendiri. “Ini yang membuat saya merasa luar biasa buat seorang pejabat daerah,” katanya.

Tak hanya itu, Doktor Abdurrahman juga mengaku, buku tersebut juga mencerminkan sosok seorang pejabat berkarakter kedaerahan yang kuat dan sangat menghormati seniornya. “Ini benar-benar mencerminkan pemimpin masa depan daerah,” ujarnya.

Begitu juga dengan apresiasi dari Doktor Muhlis Hafel, M.si yang menyebutkan,bahwa catatan dalam buku Refleksi tersebut memberikan cerminan bahwa proses politik dan demokrasi di daerah kita masih butuh banyak pendidikan politik. Itu sebabnya, ia berharap pemerintah daerah bisa mendorong program dengan menggandeng perguruan tinggi untuk memberikan kesadaran politik kepada masyarakat. “Ini karena demokrasi kita masi mengikuti sistem mayoritas demokrasi ala jawa,” tutur dia.

Sementara Doktor Herman Oesman M.si yang memberikan prolog dalam butuk tersebut, menulis: “Diantara Dua Dunia; Memproduksi Gagasan”. Dia menilai, Elang ditengah kesibukan dirinya sebagai anggota DPRD Provinsi Malut kala itu, ternyata masih menuangkan pikirannya dalam bentuk tulisan dan dipublikasi media. “Pada posisi ini, Elang tampil sebagai penulis sekaligus politisi,” tulis Herman dalam buku itu.

Meski masih banyak tulisan yang butuh dibenahi, namun menurut dosen sosiologi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara ini, bahwa “Catatan Refleksi” .…merupakan manivesto dari penulis untuk menabalkan serta meneguhkan komitmennya mengembangkan literasi kepenulisan.

“Catatan Refleksi ini menjadi penting, sekaligus pukulan telak, tidak hanya bagi politisi atau wakil rakyat di Maluku Utara yang sama sekali belum pernah menghasilkan buku sebagai buah kebudayaan dan peradaban. Catatan refleksi ini juga menjadi tamparan bagi dosen dan pendidik di Malut yang belum sama sekali menghasilkan karya peradaban,” tulis Herman.

Elang, penulis buku; “Catatan Refleksi” usai diskusi menyampaikan, bahwa dirinya masih butuh banyak belajar sebagai seorang penulis. Apresiasi positif yang datang dari berbagai kalangan merupakan tantangan tersendiri untuknya. Bahkan Bupati Halteng ini mengaku diakhir tahun ini, dirinya bakal meluncurkan kembali tulisannya dalam bentuk buku, dengan harapan pada seri buku kedua ini lebih luas dari buku “Catatan dan Refleksi” ini.

“Ada apresiasi dan harapan yang kemudian itu menjadi pelajaran bagi saya bahwa semakin saya di apresiasi yang baik, saya semakin tertantang, dan merasa tidak terlalu punya kemampuan untuk melakukan itu,” kata Elang.

Bupati Halteng ini mengatakan, tulisan yang di sajikan kepada publik tersebut merupakan realitas yang dialaminya sejak terjun dalam gelanggang politik kemudian direfleksikan dalam bentuk tulisan artikel yang memiliki bahan pembanding berupa teori-teori dari berbagai sumber. Lalu catatan-catatan yang dilayangkan ke berbagai media masa dalam bentuk artikel ini. “Disitulah sebagai bingkai dan koridor saya dalam memminpin Halmahera Tengah. Bingkai dan koridor itu akan terlihat ketika kita membaca “Catatan Refleksi” yang terdiri atas sebelas subjudul buku itu,” katanya.

Dari semuah judul, kata Bupati Elang, diakui memiliki latar belakang empirik. “Semua ada Asbabun Nuzulnya,” katanya. Sehingga, lanjut Bupati, dari Asbabun Nuzul itu tak lain adalah fakta individualistik yang ia hadapi sehari-hari diatas gelanggangnya sebagai penggiat politik sekaligus pemikir yang saat ini menduduki puncak kekuasaan di bumi Fogogoru.

“Terkadang ada peristiwa yang mesti tidak terjadi, tapi itu terjadi dan dilegalkan begitu saja seperti fenomena-fenomena struktur kekuasaan yang oleh negara dan regulasi sudah melarang, tapi tetap dianggap biasa. Memang saya harus keluar dari himpitan tersebut untuk menerobos dan mengkritik. Sebetulnya substansi buku ini bukan semata mata untuk publik, sebab yang saya lakukan itu sebagai sebuah ikhtiar bagi saya sendiri, paling tidak untuk mengoreksi dan mengawasi saya agar kedepan kita tidak harus berprilaku seperti yang terjadi saat ini. Buku ini, lebih kepada saya sendiri,” tutur Bupati Elang.

(Penulis saat menandatangani buku yang disodorkan sejumlah pihak pada kegiatan tersebut)

Dipenghujung acara diskusi itu, Doktor Abdurrahman juga menegaskan, bahwa dirinya percaya kepada penulis buku “Catatan Refleksi” ini bakal konsisten bertindak sesuai apa yang dituliskan.

“Saya percaya, apa yang dituslis dalam buku ini, menjadi refeleksi sehingga penulis akan selalu menjaga idealismenya,” kata Abdurrahman.

Red: Jun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News